Warga Bandung harus melewati terowongan sempit saat membawa jenazah ke pemakaman karena akses lama kini tertutup kawasan perumahan.
Persoalan akses terjadi di Kampung Ranca Bayawak, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Warga menghadapi kesulitan ketika mengantar jenazah menuju area pemakaman karena jalur lama tidak lagi bisa mereka lewati dengan mudah.
Video mengenai kondisi tersebut kemudian ramai di media sosial. Akun Instagram @jabargram membagikan momen sejumlah warga membawa keranda melalui jalur sempit menuju pemakaman. Kondisi itu langsung menarik perhatian karena rombongan harus melewati terowongan dengan ruang yang terbatas. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Akses Pemakaman Warga Mengalami Perubahan
Perubahan akses muncul setelah kawasan perumahan berkembang di sekitar permukiman warga. Pembangunan tersebut membuat jalur yang dahulu lebih mudah warga lewati kini tidak lagi memberikan akses langsung menuju pemakaman.
Warga tetap membutuhkan jalan menuju area makam, terutama ketika mereka harus mengantar jenazah. Namun, jalur yang tersedia membuat proses tersebut membutuhkan tenaga dan perhatian lebih.
detikJabar kemudian mendatangi lokasi pada Selasa, 29 September 2026. Dari kunjungan tersebut, terlihat satu jalur yang menghubungkan permukiman warga dengan area pemakaman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Terowongan Sepanjang 50 Meter Jadi Tantangan
Jalur tersebut memiliki terowongan sepanjang sekitar 50 meter. Tingginya tidak mencapai 2 meter sehingga warga harus memperhatikan posisi keranda ketika melewatinya.
Kondisi di dalam terowongan juga cukup gelap. Situasi itu membuat rombongan perlu bergerak lebih hati-hati, terlebih ketika mereka membawa keranda dengan beberapa orang sekaligus.
Bagian ujung kampung menuju terowongan sudah memakai paving block. Permukaan jalan tersebut memang membantu warga berjalan, tetapi bentuk terowongan tetap menjadi tantangan ketika mereka membawa jenazah.
Warga Lebih Sering Lewat Jalur Menuju Sawah
Berdasarkan pantauan di lokasi, warga kini lebih sering melewati jalur terowongan untuk menuju area persawahan. Jalur tersebut bukan pilihan utama warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari di luar kampung.
Untuk akses utama, warga masih mengandalkan Jalan Rancabolang. Jalan tersebut menjadi jalur yang lebih umum bagi warga ketika mereka bepergian dari kawasan permukiman.
Namun, kebutuhan menuju pemakaman tetap muncul ketika ada warga yang meninggal dunia. Kondisi jalur pun kembali menjadi perhatian karena rombongan harus membawa keranda menuju lokasi makam.
Pembangunan Perumahan Mengubah Jalur Lama
Seorang warga bernama Arif menjelaskan perubahan yang terjadi di sekitar kampung. Menurut keterangannya, warga dahulu masih dapat melewati jalan setapak untuk menuju area pemakaman.
Situasi berubah setelah pembangunan kawasan perumahan berlangsung di sekitar lokasi. Pembangunan tersebut membuat warga kehilangan akses lama sehingga mereka kemudian mengandalkan jalur lain.
Arif juga menjelaskan bahwa sebagian makam di kawasan tersebut sudah pindah lokasi. Meski begitu, warga masih membutuhkan jalur yang lebih mudah untuk membawa keranda ketika prosesi pemakaman berlangsung.
Warga Membutuhkan Akses yang Lebih Mudah
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya akses yang layak menuju area pemakaman. Warga membutuhkan jalur yang cukup lebar agar mereka dapat membawa keranda tanpa harus menghadapi ruang yang terlalu sempit.
Akses yang lebih baik juga dapat membantu keluarga ketika menghadapi situasi duka. Mereka bisa menjalankan prosesi pemakaman dengan lebih tenang tanpa memikirkan jalur yang sulit dilewati.
Persoalan di Kampung Ranca Bayawak juga memperlihatkan dampak perubahan kawasan terhadap aktivitas warga. Pembangunan lingkungan baru perlu mempertimbangkan jalur yang masyarakat gunakan untuk memenuhi kebutuhan penting.
Untuk saat ini, warga masih memanfaatkan akses yang tersedia sesuai kebutuhan. Mereka berharap pihak terkait dapat mencari solusi agar jalur menuju pemakaman menjadi lebih aman, nyaman, dan mudah dilewati.
Perhatian terhadap akses tersebut penting karena pemakaman merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat. Dengan jalur yang lebih layak, warga tidak perlu kembali menghadapi kesulitan saat mengantar jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir.