Sebuah aksi nekat penyamaran pramugari palsu mendadak viral, mengungkap celah keamanan bandara yang membuat publik terkejut.
Sebuah insiden mengejutkan mengguncang dunia penerbangan Indonesia, ketika seorang wanita nekat menyamar sebagai pramugari dan menumpang penerbangan dari Palembang ke Jakarta. Kisah penyamaran ini cepat viral di media sosial, memicu pertanyaan serius tentang protokol keamanan bandara dan celah yang dimanfaatkan.
Berikut ini POS VIRAL akan menelusuri lebih jauh detail dari peristiwa yang menghebohkan ini.
Aksi Nyeleneh di Penerbangan Batik Air
Pada 6 Januari 2026, penerbangan Batik Air ID 7058 rute Palembang–Jakarta menjadi saksi kejadian tak terduga. Seorang wanita bernama Khairunisa (23), asal Muara Kuang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, nekat menyaru sebagai pramugari. Ia mengenakan seragam pramugari lengkap, membawa koper maskapai, serta menggunakan ID card palsu untuk melancarkan aksinya.
Insiden ini mulai terkuak dan menarik perhatian luas setelah akun X @ndymanoballl mengunggah peringatan pada 7 Januari. Akun tersebut membagikan empat foto Nisya yang terlihat persis seperti awak kabin. Unggahan ini segera menyebar, menimbulkan kecurigaan di kalangan warganet dan memicu perbincangan panas.
Cuitan dari akun X tersebut berisi peringatan tegas: “Hati-hati FA gadungan/Fake FA. Gila, mbanya energinya banyak banget nyamar jadi pramugari, orang ini mengaku sebagai cabin crew. Mba plis jangan halu kalau mau jadi mugari. Ikut recruitment, belajar jangan halu.” Pesan ini menyoroti keseriusan tindakan penyamaran dan pentingnya menempuh jalur resmi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Terbongkarnya Modus Penyamaran
Nisya awalnya berhasil melewati pemeriksaan karena ia membeli tiket resmi seperti penumpang biasa. Dugaan awal adalah bahwa ia dianggap sebagai extra crew, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan berlebih. Namun, situasinya berubah ketika ia berinteraksi dengan kru asli.
Kecurigaan mulai muncul saat Nisya ditanya mengenai tugas dasar dan latar belakangnya sebagai awak kabin. Ia tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan, membuat kru asli semakin curiga terhadap identitasnya. Pengetahuan dasar yang harusnya dikuasai seorang pramugari sama sekali tidak ia miliki.
Titik terang terbongkarnya penyamaran ini adalah ketika ID card yang dibawanya diketahui palsu dan sudah tidak berlaku. Setibanya di Jakarta, Nisya langsung diamankan oleh petugas Aviation Security (Avsec) bandara, mengakhiri petualangan penyamarannya yang singkat namun heboh.
Baca Juga:
Atribut Dan Jejak Digital
Demi melancarkan aksinya, Nisya mengenakan kebaya putih dengan bawahan batik merah khas pramugari, rambut disanggul, dan membawa koper serta tas bermerek maskapai. Semua atribut ini disiapkan dengan rapi untuk menciptakan kesan bahwa ia adalah pramugari sejati.
Setelah peristiwa ini menjadi viral, akun TikTok @callmesyaaa yang diduga milik Nisya, dan sebelumnya sering mengunggah konten dirinya berseragam pramugari, dilaporkan telah menghilang atau dihapus. Ini menandakan upaya untuk menghilangkan jejak digital setelah identitasnya terbongkar.
Sebelumnya, akun tersebut menjadi wadah bagi Nisya untuk memamerkan dirinya dalam balutan seragam pramugari. Hal ini mungkin bagian dari usahanya untuk membangun citra palsu dan meyakinkan orang lain tentang profesinya.
Permintaan Maaf Dan Implikasi
Nisya akhirnya membuat video pengakuan dan permohonan maaf setelah aksinya viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada pihak maskapai Batik Air serta Lion Group atas keresahan yang ditimbulkannya.
“Saya Khairunisa, umur saya 23 tahun, asal saya dari Palembang. Dengan ini, saya menyatakan, memang benar saya melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang ke Jakarta ID 7058 tanggal 6 Januari 2026. Saya menggunakan atribut pramugari dan beserta seragamnya. Dan sesungguhnya, saya bukanlah pramugari Batik Air,” kata Nisya dalam videonya.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi maskapai dan pihak keamanan bandara. Kejadian ini menyoroti perlunya penguatan prosedur verifikasi dan pengawasan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, demi menjaga keamanan penerbangan dan kepercayaan masyarakat.
Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap mengenai berita-berita viral lainnya hanya di seputaran POS VIRAL.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari inews.id
- Gambar Kedua dari mpnindonesia.com
