Kejadian mengejutkan ini mengungkap aksi penipuan berbahaya ketika pelaku menyamar polisi dan menargetkan pelajar di tengah razia palsu.
Sebuah insiden menggegerkan media sosial baru-baru ini. Video seorang pria yang nyaris diamuk massa karena diduga polisi gadungan mendadak viral, menarik perhatian publik. Peristiwa ini mengungkap modus penipuan berkedok razia narkoba yang menyasar para pelajar, meninggalkan pertanyaan besar mengenai keamanan dan kewaspadaan di ruang publik.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Aksi Nekat di Jalanan Makassar
Pada hari Selasa, 13 Januari 2026, di Jalan Buakana, Rappocini, Makassar, seorang pria berinisial MRE (24) tertangkap basah melancarkan aksinya. Ia mengaku sebagai anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, lengkap dengan segala atribut yang meyakinkan. Targetnya adalah dua pelajar yang sedang berboncengan motor, yang kemudian dipaksa menepi dengan alasan razia.
Korban, salah satunya berinisial MR (17), diminta berhenti saat melintas di Jalan AP Pettarani. MRE dengan berani memperkenalkan diri sebagai polisi narkoba, kemudian menggiring korban ke lokasi yang lebih sepi. Di sana, ia mulai melancarkan penipuan dengan modus pemeriksaan terkait obat-obatan terlarang.
Tidak hanya mengintimidasi, MRE juga merampas barang berharga milik korban. Ponsel dan dompet kedua pelajar tersebut menjadi sasaran empuk, menambah daftar kerugian yang dialami. Beruntung, warga sekitar yang mencurigai gerak-gerik pelaku segera bereaksi, mencegah insiden ini berkembang lebih jauh dan hampir berujung amuk massa.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Jejak Kejahatan Terungkap
Setelah insiden tersebut, rekaman video kejadian dengan cepat menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan dan perhatian publik. Respons cepat dari warga dan viralnya video tersebut menjadi kunci pengungkapan kasus ini. Informasi yang beredar membantu pihak berwajib untuk segera bertindak.
Unit Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel tidak tinggal diam. Setelah menerima laporan dan memantau viralnya video, mereka langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Pada hari yang sama, MRE berhasil diamankan, mengakhiri petualangannya sebagai polisi gadungan yang meresahkan masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa ini bukan kali pertama MRE melakukan penipuan serupa. Ia bahkan terekam CCTV pada tahun 2024 di Jalan Perintis Kemerdekaan dengan modus yang sama, meminta uang Rp300 ribu. Meskipun korban saat itu tidak melapor, kejahatannya kini terbongkar.
Baca Juga:
Modus Operandi Berulang
AKP Wawan Suryadinata, Kanit Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel, menjelaskan bahwa MRE sering menggunakan identitas palsu untuk menekan korbannya. Ia kerap memperkenalkan diri sebagai “Pak Cecep, anggota Narkoba Polrestabes,” untuk memeras dan menipu. Pola ini menunjukkan adanya perencanaan dan pengalaman dalam melancarkan aksinya.
MRE secara sistematis memilih targetnya, terutama para pelajar, dan memanfaatkan situasi jalanan yang sepi. Kemampuannya menyamar sebagai aparat penegak hukum menjadi alat utama untuk mengintimidasi dan merampas barang berharga. Kesaksian korban dan bukti-bukti lain memperkuat dugaan terhadap serangkaian kejahatan yang dilakukannya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai petugas. Penting untuk selalu memverifikasi identitas dan tujuan seseorang yang mengaku sebagai aparat, terutama di tempat umum atau saat menghadapi situasi yang mencurigakan. Jangan mudah percaya pada ancaman atau permintaan yang tidak masuk akal.
Proses Hukum Menanti
Saat ini, MRE beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Rappocini untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh jaringan kejahatan yang mungkin terkait dengan MRE dan memastikan keadilan bagi para korban. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera.
Langkah ini menegaskan komitmen pihak berwajib dalam memberantas kejahatan penipuan yang meresahkan masyarakat. Proses hukum akan memastikan bahwa pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya, serta memberikan rasa aman kepada warga. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan kejadian serupa.
Keberhasilan penangkapan MRE berkat kerjasama aktif antara masyarakat dan kepolisian. Viralitas video di media sosial memainkan peran penting dalam mempercepat tindakan. Kasus ini menjadi contoh bagaimana partisipasi publik dapat membantu penegakan hukum dan menjaga ketertiban umum.
Simak terus dan jangan lewatkan beragam informasi terlengkap seputar berita viral terkini, hanya di POS VIRAL, sumber update paling hangat!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari faktualnews.co
