SDN Batuporo Timur di Sampang tetap menerima bantuan MBG meski tidak ada siswa aktif, menimbulkan kejanggalan serius.
Sebuah video viral menyoroti kejanggalan pendidikan di Kabupaten Sampang. SDN 1 Batuporo Timur diduga tetap menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski tidak ada kegiatan belajar mengajar karena ketiadaan siswa aktif. Hal ini memicu pertanyaan soal pengawasan dan transparansi bantuan pemerintah.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kejanggalan Bantuan MBG di SDN 1 Batuporo Timur
Rekaman video yang diambil pada Senin, 19 Januari 2026, menjadi bukti visual yang kuat tentang situasi di SDN 1 Batuporo Timur. Perekam mengabadikan momen penurunan bantuan MBG yang ditujukan untuk sekolah tersebut, yang secara rutin menjadi penerima program harian ini. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengingat kondisi sekolah yang sepi.
Perekam video mengungkapkan secara langsung, “Hari ini saya berada langsung di SDN 1 Batuporo Timur dan menyaksikan proses penurunan bantuan MBG. Sekolah ini mendapatkan MBG setiap hari.” Pernyataan ini menegaskan bahwa aliran bantuan pangan terus berjalan, terlepas dari fakta di lapangan. Ini menyoroti potensi celah dalam sistem distribusi bantuan.
Namun, pengamatan langsung di lokasi menunjukkan pemandangan yang kontras. Tidak ada aktivitas belajar-mengajar yang terlihat. Lingkungan sekolah tampak lengang, tanpa kehadiran satu pun siswa maupun siswi, sebuah indikasi kuat adanya masalah fundamental.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Sekolah Kosong, Tapi Dana Mengalir
Fakta paling mencolok adalah tidak adanya siswa aktif di SDN 1 Batuporo Timur. Perekam video menegaskan, “Faktanya, di SDN 1 Batuporo Timur tidak pernah ada proses belajar mengajar karena tidak ada murid aktif.” Kondisi ini menimbulkan keraguan serius terhadap data yang digunakan sebagai dasar pencairan bantuan.
Perekam bahkan mengajak publik melihat langsung kondisi sekolah, yang menunjukkan bangunan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sekolah yang seharusnya menjadi pusat belajar justru tampak sebagai fasilitas kosong yang tetap menerima alokasi dana. Hal ini mengindikasikan ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi nyata.
Fenomena ini memicu pertanyaan tentang mekanisme verifikasi penerima bantuan. Bagaimana sebuah sekolah yang tidak beroperasi penuh dapat terus mendapatkan dukungan finansial? Ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan siswa dan proses penyaluran bantuan pendidikan.
Baca Juga:
Sorotan Aktivitas Non-Akademik di Lingkungan Sekolah
Yang lebih mengkhawatirkan adalah jenis aktivitas yang justru terlihat di area sekolah. Alih-alih kegiatan edukatif, perekam video mengamati penggunaan tempat tersebut untuk hal lain. “Di sini tidak pernah ada aktivitas belajar mengajar. Yang ada justru tempat ngopi dan dangdutan,” ungkap perekam video dengan nada prihatin.
Pernyataan ini mencerminkan penyalahgunaan fasilitas publik yang seharusnya didedikasikan untuk pengembangan sumber daya manusia. Lingkungan sekolah, yang semestinya menjadi ruang inspiratif bagi anak-anak, justru dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan pendidikan. Ini merupakan bentuk kerugian ganda bagi negara dan masyarakat.
Situasi ini menuntut perhatian serius dari pihak berwenang. Bukan hanya tentang efisiensi anggaran, tetapi juga tentang integritas institusi pendidikan dan prinsip-prinsip dasar pelayanan publik. Insiden ini berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana pendidikan.
Tuntutan Evaluasi Dan Konfirmasi Yang Belum Terjawab
Atas kondisi tersebut, perekam video meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang dan pengawas pendidikan Kecamatan Kedungdung segera melakukan evaluasi menyeluruh. “Kami mohon Disdik Sampang dan pengawas segera turun mengevaluasi SDN 1 Batuporo Timur. Ini sangat merugikan negara,” ujarnya, menegaskan urgensi tindakan.
Data Disdik Kabupaten Sampang menunjukkan adanya delapan guru yang terdaftar di SDN 1 Batuporo Timur. Namun, pengamatan harian menunjukkan hanya sekitar empat guru yang aktif. “Di data Disdik tercatat ada delapan guru, tapi yang saya lihat setiap hari hanya sekitar empat orang yang hadir,” tambah perekam, menyoroti perbedaan antara data dan realitas kehadiran.
Hingga laporan ini dibuat, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang terkait viralnya video ini dan kondisi SDN 1 Batuporo Timur. Upaya konfirmasi melalui saluran komunikasi resmi juga tidak membuahkan hasil. Ketiadaan respons ini semakin memperkuat desakan publik akan transparansi dan akuntabilitas dari pihak terkait.
Simak terus dan jangan sampai terlewatkan beragam informasi terlengkap seputar berita viral terkini, hanya di POS VIRAL, sumber informasi update paling hangat!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari faktualnews.co
- Gambar Kedua dari koranmadura.com
