Selasa, September 22POS VIRAL
Shadow

Heboh! Animator Pakistan Klaim Karakter Film Merah Putih Dicuri Tanpa Izin!

Animator Pakistan Klaim Karakter Film Merah Putih One for All digunakan tanpa izin, menambah kontroversi pada film animasi yang akan rilis.​

Heboh! Animator Pakistan Klaim Karakter Film Merah Putih Dicuri Tanpa Izin!

Junaid Miran, seorang animator 3D, menuduh tim produksi Perfiki Kreasindo menggunakan enam karakter buatannya tanpa pembayaran atau kredit. Klaim ini pertama kali muncul di YouTube dan kemudian viral, memicu perdebatan sengit tentang etika penggunaan aset digital.

Film yang dimaksudkan untuk memperingati HUT ke-80 RI ini, kini menghadapi badai kritik dari warganet. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Klaim dan Tanggapan Awal Animator Pakistan

Kontroversi ini bermula ketika Junaid Miran mengomentari sebuah video di kanal YouTube Dibalik Mindplace pada Minggu (10/8). Miran mempertanyakan apakah ia dibayar dan diberi kredit atas karakter-karakter yang ia buat dan kini muncul dalam film Merah Putih One for All. Komentarnya segera menjadi viral, mengejutkan banyak warganet yang kemudian membanjiri kanal YouTube pribadi Miran untuk memberikan dukungan.

Miran menegaskan bahwa hingga Rabu (13/8/2025), belum ada pihak produksi yang menghubunginya atau memberikan apresiasi atas penggunaan enam karakternya sebagai tokoh utama dalam film. Karakter utama film, seorang anak laki-laki berkulit hitam berbaju merah yang memimpin pencarian bendera.

Sangat mirip dengan karya Junaid yang dijual di platform seperti Reallusion. Junaid Miran adalah seorang seniman digital lepas dari Lahore, Pakistan, yang telah menekuni seni digital dan pemodelan 3D selama hampir sepuluh tahun dan menjual karyanya di situs-situs seperti Reallusion.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Pembelaan Sutradara dan Produser Eksekutif

Menanggapi tudingan ini, Endiarto, sutradara sekaligus produser eksekutif Merah Putih One for All, memberikan pembelaan. Menurutnya, visual dalam film adalah hasil kerja tim animator yang terlibat. Endiarto menyatakan bahwa kemiripan dengan aset lain merupakan hal yang wajar dalam dunia kreatif. Ia menjelaskan bahwa dalam era digital saat ini, proses pembuatan animasi tidak lagi manual.

Melainkan menggunakan teknologi informasi (IT) dan template untuk mempermudah pekerjaan. Meskipun tidak menampik penggunaan template, Endiarto menekankan bahwa template tersebut dimodifikasi secara ekstensif oleh timnya agar sesuai dengan konsep karakter yang sudah ditentukan. Ia juga menambahkan bahwa penilaian akhir diserahkan kepada penonton, dengan harapan mereka menonton film secara utuh sebelum menilai.

Baca Juga: 

Nilai Aset dan Biaya Produksi Film

Nilai Aset dan Biaya Produksi Film

Karakter yang diduga disalin oleh Junaid Miran dijual di platform Reallusion seharga sekitar US$149 per item. Ada juga aset karakter Jayden yang diduga mirip dan dijual di Reallusion seharga US$43,50 atau sekitar Rp707 ribu. Selain karakter, film Merah Putih One for All juga dicurigai menggunakan aset latar belakang seperti gudang, hutan, air terjun, dan jalanan perkotaan yang dijual di Ddaz3D.

Salah satu latar belakang yang ditemukan bahkan adalah Street of Mumbai, yang dianggap tidak relevan dengan konteks Indonesia. Film ini sendiri menelan biaya produksi sekitar Rp6,7 miliar hingga Rp6,8 miliar. Produser eksekutif Yuli Endiarto menyatakan bahwa penggarapan film ini bersifat mandiri dan bergotong royong, tanpa sumbangan dana dari pemerintah.

Reaksi Publik dan Isu Plagiarisme di Indonesia

Klaim Junaid Miran memicu berbagai respons dari warganet, yang banyak meminta Miran untuk menuntut pihak produksi film. Beberapa warganet merasa malu atas kejadian ini dan ada pula yang menduga lebih banyak aset digunakan tanpa izin.

Bahkan, beberapa pengguna menyarankan Junaid untuk menuntut agar film Merah Putih One for All tidak ditayangkan di bioskop. Reaksi negatif masyarakat terhadap plagiarisme mencerminkan penolakan karena tindakan tersebut melanggar etika dan integritas. Isu plagiarisme ini bukan kali pertama terjadi dalam industri film Indonesia. Sepanjang sejarah, banyak sinetron dan film Indonesia yang dituding menjiplak karya asing, baik dari segi alur cerita, adegan, hingga poster.

Jadwal Tayang Film dan Kontroversi Lainnya

Film Merah Putih One for All dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan atau HUT RI ke-80. Selain dugaan plagiarisme aset, trailer film ini juga menuai sorotan karena dianggap memiliki kualitas di bawah standar dan banyak kejanggalan.

Kejanggalan-kejanggalan ini mencakup desain karakter, latar, hingga sinkronisasi audio. Beberapa warganet bahkan mempersoalkan ketelitian tim produksi setelah mendapati banyak bagian yang tampak tidak dikerjakan secara optimal.

Kesimpulan

Film animasi Merah Putih One for All menghadapi kontroversi serius terkait klaim plagiarisme karakter oleh animator Pakistan, Junaid Miran, yang menuduh penggunaan enam karakternya tanpa izin dan tanpa kredit. Meskipun sutradara Endiarto berdalih bahwa kemiripan adalah hal yang wajar dalam dunia kreatif digital dan menggunakan template yang dimodifikasi, Junaid Miran menegaskan bahwa ia tidak pernah dihubungi oleh pihak produksi.

Kontroversi ini menambah daftar panjang isu plagiarisme dalam industri hiburan Indonesia dan memicu respons keras dari warganet menjelang penayangan film tersebut. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di POS VIRAL.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari www.bloombergtechnoz.com
  2. Gambar Kedua dari news.ambisius.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search