Tiga anggota Paskibraka asal Papua Barat Daya, Kristo Dimara, Afgan Sapulete, dan Frans Beto Kolowa, menerima apresiasi besar dari Menkum Supratman Andi Agtas.

Aksi heroik mereka saat upacara Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, di mana Kristo yang nyaris pingsan ditopang oleh kedua rekannya, menjadi viral dan menyentuh hati Menkum. Sebagai penghargaan, Menkum memberikan beasiswa sekolah kedinasan di Politeknik Pengayoman serta masing-masing satu unit sepeda motor kepada ketiganya.
Menkum menyebut mereka sebagai “anak-anak luar biasa” dengan jiwa nasionalisme yang menyentuh hati. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran POS VIRAL.
Insiden yang Menyentuh Hati di Lapangan Upacara
Peristiwa heroik ini terjadi di Lapangan Upacara Kodaeral XIV Sorong pada Minggu, 17 Agustus 2025, saat upacara HUT ke-80 RI. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan barisan Paskibraka yang sedang bertugas, dan di barisan terdepan, seorang anggota bernama Kristo Dimara tampak hampir pingsan. Namun, dengan sigap dan tanpa ragu, kedua rekannya, Afgan Sapulete dan Frans Beto Kolowa, segera menggandeng Kristo untuk membantunya tetap berdiri dan menyelesaikan seluruh rangkaian upacara.
Aksi ini menunjukkan rasa kesetiakawanan yang tinggi dan semangat kebersamaan yang mendalam di antara para anggota Paskibraka. Momen yang terekam kamera ini dengan cepat menjadi viral, memicu pujian dan rasa haru dari warganet serta masyarakat luas.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Apresiasi Langsung dari Menteri Hukum
Menkum Supratman Andi Agtas secara pribadi menyatakan kekagumannya terhadap aksi ketiga Paskibraka tersebut. Setelah menyaksikan video viral itu, Menkum mengaku sangat tersentuh melihat jiwa nasionalis yang ditunjukkan oleh Kristo, Afgan, dan Frans. Beliau mengungkapkan hal ini dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 19 Agustus 2025. Untuk menyampaikan apresiasinya secara langsung, Supratman menggunakan media sosial pribadinya untuk mencari tahu keberadaan ketiga anggota Paskibraka.
Berkat bantuan dari kantor wilayah Kemenkum Papua Barat, ia berhasil menghubungi ketiga siswa yang berada di Sorong melalui panggilan video. Dalam komunikasi tersebut, Menkum menyatakan bahwa mereka adalah “anak-anak luar biasa” dan bahwa rasa nasionalisme mereka sungguh menyentuh hati. Ia juga berharap mereka akan terus berbangga menjadi Warga Negara Indonesia.
Baca Juga:
Penghargaan Berupa Beasiswa dan Sepeda Motor

Sebagai wujud nyata dari apresiasinya, Menkum Supratman Andi Agtas menjanjikan sejumlah penghargaan kepada ketiga anggota Paskibraka tersebut. Berdasarkan hasil komunikasi video call dengan ketiga siswa, Menkum akan memberikan bantuan berupa sepeda motor sesuai keinginan mereka.
Selain itu, Menkum juga menawarkan beasiswa bagi Kristo di sekolah kedinasan milik Kementerian Hukum (Kemenkum), yaitu Politeknik Pengayoman. Tawaran beasiswa ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk bergabung dengan Kementerian Hukum, jika mereka berkenan.
Makna Jiwa Nasionalisme dan Kesetiakawanan
Aksi heroik yang diperlihatkan oleh Kristo Dimara, Afgan Sapulete, dan Frans Beto Kolowa ini menjadi teladan nyata dari jiwa nasionalisme dan kesetiakawanan. Mereka tidak hanya menjalankan tugas kenegaraan dengan penuh tanggung jawab, tetapi juga menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap sesama rekan.
Keteguhan mereka dalam menghadapi kesulitan dan kesiapan untuk saling membantu di tengah situasi yang menantang mencerminkan nilai-nilai luhur yang seharusnya dimiliki oleh setiap warga negara. Menkum Supratman Andi Agtas secara khusus menyoroti rasa nasionalisme yang kuat pada diri mereka, yang menurutnya sangat menyentuh hati. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan kecil yang didasari oleh integritas dan kepedulian dapat memberikan dampak besar dan menginspirasi banyak pihak.
Implikasi Apresiasi Pemerintah
Apresiasi yang diberikan oleh Menteri Hukum kepada Paskibraka Papua Barat Daya ini memiliki implikasi penting. Hal ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas kinerja luar biasa mereka. Tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan kepahlawanan.
Beasiswa sekolah kedinasan membuka pintu bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri di bidang hukum dan pengayoman, memberikan masa depan yang lebih cerah. Sementara itu, pemberian sepeda motor, yang sesuai dengan keinginan mereka. Menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dan harapan langsung dari para pemuda berprestasi ini. Ini adalah langkah konkret pemerintah dalam mendukung dan memberdayakan pemuda-pemudi yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa kepada negara.
Kesimpulan
Aksi heroik ketiga anggota Paskibraka Papua Barat Daya saat upacara HUT ke-80 RI telah menginspirasi banyak orang dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Penghargaan berupa beasiswa sekolah kedinasan dan bantuan sepeda motor adalah bentuk pengakuan atas jiwa nasionalisme dan kesetiakawanan yang tinggi yang mereka tunjukkan.
Kisah mereka menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai luhur dalam membangun bangsa dan memberikan dorongan positif bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan berbakti kepada negara. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di POS VIRAL.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari haijakarta.id
- Gambar Kedua dari sorongnews.com