Pura-pura belanja, wanita di Rantauprapat nekat gasak 1 lusin pakaian, aksi terekam dan bikin heboh warga!
Aksi nekat seorang wanita di Rantauprapat mendadak jadi sorotan. Ia diduga menggasak satu lusin pakaian dari sebuah toko dengan berpura-pura sebagai pembeli. Bagaimana kronologi lengkapnya? Simak fakta dan pengakuan yang terungkap berikut ini hanya di POS VIRAL.
Wanita Berkerudung Mencuri Pakaian Di Toko Distro Rantauprapat
Peristiwa pencurian ini menjadi viral setelah video CCTV tersebar di media sosial. Seorang wanita berkerudung tampak memasuki toko distro di Simpang Jalan Nenas, Rantauprapat, Labuhanbatu. Ia tampak seperti pengunjung biasa yang ingin melihat-lihat pakaian.
Dalam rekaman video, wanita tersebut mengamati situasi toko dengan cermat. Saat pemilik lengah, pelaku mengambil satu bal pakaian pria dan segera meninggalkan lokasi. Tindakan cepat pelaku membuat pemilik toko dan warga setempat terkejut.
Aksi ini menarik perhatian netizen karena terjadi menjelang momen Lebaran. Banyak yang merasa prihatin dengan kejadian ini, mengingat pencurian terjadi saat suasana persiapan Idul Fitri. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pemilik usaha agar lebih waspada.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Awalnya Pelaku Disangka Pembeli Biasa
Pemilik toko, yang berinisial CP, menceritakan bahwa awalnya ia tidak curiga terhadap wanita tersebut. Ia mengira pengunjung itu ingin membeli baju untuk keluarga karena menjelang Lebaran. Kecurigaan baru muncul setelah stok pakaian mulai hilang dari rak toko.
Pelaku datang seperti pembeli biasa dan melihat-lihat barang, ujar CP pada Jumat (27/2/2026). Ia menambahkan bahwa toko tersebut hanya menjual pakaian pria, sehingga awalnya tidak ada indikasi mencurigakan.
Situasi ini membuat banyak pelaku usaha menyadari pentingnya pengawasan ekstra, terutama saat periode ramai pembeli. CP sendiri baru menyadari kehilangan barang setelah meninjau rekaman CCTV.
Baca Juga: Bikin Heboh! Takjil Gratis Ini Bertuliskan ‘Tuhan Yesus Sayang Kamu’, Toleransi Atau Kontroversi?
Rekaman CCTV Ungkap Identitas Pelaku
CCTV toko menjadi bukti penting dalam mengungkap aksi wanita tersebut. Dari rekaman, terlihat jelas pelaku menyamar sebagai pembeli yang tertarik pada pakaian di rak. Aksi pencurian ini terjadi sangat cepat, menunjukkan bahwa pelaku sudah merencanakan langkahnya.
Setelah menonton rekaman, CP langsung membagikannya ke media sosial. Video ini pun cepat viral, menarik perhatian warga dan netizen Labuhanbatu. Banyak komentar mengingatkan pemilik toko agar lebih waspada terhadap pengunjung yang mencurigakan.
Kejadian ini menekankan pentingnya pengawasan visual dalam bisnis retail. Dengan CCTV, pemilik toko dapat mengidentifikasi pelaku dan menilai tindakan selanjutnya secara bijak.
Pemilik Toko Masih Memberi Kesempatan Pelaku
Hingga kini, CP belum melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Ia masih berharap pelaku mau meminta maaf dan mengembalikan pakaian yang telah dicurinya. Pihak toko menggunakan pendekatan ini agar dapat menyelesaikan masalah secara damai terlebih dahulu.
Kami menunggu beberapa hari untuk melihat apakah pelaku akan bertindak baik, ujar CP. Keputusan ini juga mempertimbangkan situasi sosial agar tidak langsung memperkeruh hubungan.
Namun, CP menegaskan bahwa pihaknya akan membuat laporan resmi jika pelaku tidak mengambil tindakan. Hal ini untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi hak-hak pemilik usaha agar tidak dirugikan lebih lanjut.
Pihak Kepolisian Mulai Menindaklanjuti
Humas Polres Labuhanbatu, Iptu Aswin, menyatakan pihak kepolisian sedang mengumpulkan informasi terkait kasus ini. Ia berkoordinasi dengan unit Satreskrim untuk mendapatkan data lengkap sebelum melakukan langkah hukum lebih lanjut.
Saya masih mencari informasi ke reskrim terlebih dahulu, ungkap Aswin. Proses ini menunjukkan kepolisian serius menindaklanjuti laporan terkait pencurian, meski saat ini belum ada laporan resmi dari korban.
Langkah ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan tindakan kriminal. Dukungan dari warga dan penggunaan rekaman CCTV diyakini dapat membantu proses identifikasi pelaku lebih cepat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jubi.id
- Gambar Kedua dari detik.com