Tragedi memilukan terjadi di Minab, Iran, saat sebuah sekolah dasar putri dihantam rudal dalam serangan udara dilaporkan menewaskan sedikitnya 57 siswa.
Korban jiwa terus bertambah dan tim penyelamat masih mencari yang terjebak di bawah puing‑puing. Insiden ini menarik perhatian dunia dan memicu kecaman keras karena menimpa fasilitas pendidikan yang seharusnya aman serta melibatkan banyak anak tak berdosa dalam konflik militer.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Tragedi Serangan Udara Hantam Sekolah Putri Minab
Sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, menjadi sasaran serangan udara yang mengejutkan. Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan yang semakin memanas. Korban tewas akibat serangan udara yang diduga dilakukan Israel dan Amerika Serikat dilaporkan terus bertambah.
Menurut media Iran, Tasnim News Agency, jumlah korban meninggal dunia kini telah mencapai 57 orang. Selain itu, sekitar 60 orang lainnya mengalami luka-luka. Kondisi korban kritis membuat pihak rumah sakit dan tim medis berjuang keras untuk menyelamatkan mereka.
Selain korban jiwa, sekitar 50 orang dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan sekolah tersebut. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan mencari kemungkinan korban selamat di antara puing-puing. Kejadian ini menimbulkan kepanikan warga setempat dan meningkatkan ketegangan di kawasan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Korban dan Dampak Serangan
Media pemerintah Iran menekankan bahwa serangan ini terjadi di tengah aksi militer Israel dan Amerika Serikat di wilayah tersebut. Hingga kini, kedua negara belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden yang menimpa fasilitas sipil di Minab.
Pihak berwenang Iran menyebut serangan terhadap sekolah perempuan ini sebagai bukti agresi terhadap warga sipil. Mereka menilai bahwa sasaran serangan bukan hanya infrastruktur militer, melainkan juga fasilitas pendidikan yang menjadi simbol perlindungan anak-anak perempuan.
Tim penyelamat bekerja sepanjang hari di lokasi, menggunakan alat berat untuk menyingkirkan puing-puing. Mereka memfokuskan upaya pada penyelamatan korban yang masih terperangkap dan memastikan tidak ada korban tambahan terluka akibat runtuhan bangunan.
Baca Juga: Mengerikan! Niat Bersihkan Toren, Masinis Kroya Diserang Tawon Vespa Sampai Tewas!
Reaksi Internasional dan Peringatan Hukum
Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Vall, menyebut serangan terhadap fasilitas sipil bisa menjadi persoalan serius dalam kampanye militer Amerika Serikat dan Israel. Kedua negara selama ini menyatakan hanya menyasar target militer, namun serangan ini menimbulkan korban sipil yang signifikan.
Pernyataan Vall menekankan bahwa insiden seperti ini berpotensi menimbulkan kecaman internasional. Serangan terhadap sekolah dan fasilitas sipil melanggar hukum humaniter internasional, yang melindungi warga sipil selama konflik bersenjata berlangsung.
Iran menegaskan bahwa mereka akan menekankan insiden ini sebagai bukti agresi terhadap rakyatnya. Presiden Iran dan pejabat lainnya menganggap korban sipil sebagai bagian dari pelanggaran hukum internasional yang harus mendapatkan perhatian dunia.
Tanggapan Pemerintah dan Masyarakat
Presiden Trump pernah menjanjikan bantuan atau pertolongan kepada rakyat Iran dalam situasi krisis. Namun, serangan yang menewaskan anak-anak dan guru ini menimbulkan kritik keras dari pemerintah dan masyarakat Iran.
Keluarga korban dan warga setempat melakukan aksi solidaritas, sambil mengutuk keras serangan udara yang menimpa sekolah. Mereka menuntut agar komunitas internasional memberikan perhatian dan tekanan kepada pihak yang bertanggung jawab.
Insiden ini memicu ketegangan regional dan menarik perhatian media internasional. Banyak pihak mendesak pihak berwenang melakukan investigasi segera agar mereka dapat bertanggung jawab dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari health.detik.com
- Gambar Kedua dari tribunnews.com