Video yang viral di media sosial menunjukkan seorang ibu-ibu menuduh remaja penjaga kursi pijat di Stasiun Gubeng, Surabaya, mencuri gelang emas.
Rekaman CCTV dan klarifikasi keluarga membuktikan tuduhan itu tidak benar. A yang baru berusia 17 tahun sedang belajar bekerja, tetapi mengalami tekanan emosional akibat tuduhan yang tidak berdasar. Kejadian ini menyoroti pentingnya verifikasi fakta sebelum menuduh, sekaligus mengungkap dampak psikologis.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Viral! Remaja Pijat Stasiun Gubeng Menangis Dituduh Maling
Sebuah video yang viral di media sosial menampilkan seorang ibu-ibu menuduh penjaga kursi pijat di Stasiun Gubeng, Surabaya, mencuri gelang emas, hingga remaja itu menangis sembunyi-sembunyi. Video ini menarik perhatian warganet karena memperlihatkan kesedihan A, remaja berusia 17 tahun, yang tampak terpukul akibat tuduhan tersebut.
Kejadian bermula ketika seorang pengguna media sosial merekam A sedang menangis di belakang kursi pijat. Tuduhan ini muncul setelah seorang konsumen mengklaim kehilangan satu gelang emasnya saat melakukan pijat. Video itu menunjukkan A menangis diam-diam di tempat kerja karena tekanan yang dirasakannya.
Takarir video di Instagram menjelaskan, “Seorang pria penjaga kursi pijat menangis sesenggukan saat bertugas. Pria tersebut diduga mendapat tekanan setelah salah satu konsumen melaporkan kehilangan gelang emas di area kerjanya.” Video ini dengan cepat menyebar, menimbulkan simpati dan juga kontroversi di kalangan warganet.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bukti CCTV dan Penjelasan Keluarga
Kakak A segera memberikan klarifikasi melalui akun media sosial, menjelaskan bahwa adiknya baru pertama kali bekerja dan masih dalam tahap belajar. Kami memang orang tidak punya, tapi kami tidak mencuri,” tulis kakak A, menegaskan bahwa orang-orang memperlakukan adiknya secara tidak adil.
Selain itu, rekaman CCTV di lokasi kejadian menunjukkan fakta berbeda dari tuduhan konsumen. CCTV membuktikan bahwa sang ibu hanya mengenakan satu gelang, tetapi bersikeras mengklaim kehilangan satu gelang lainnya saat sesi pijat. Hal ini membuat tuduhan terhadap A menjadi tidak berdasar.
Meskipun pengelola kursi pijat berulang kali menjelaskan kepada konsumen, konsumen tetap menuduh. Kejadian ini membuat A trauma, sementara keluarganya merasa sakit hati karena tuduhan itu sangat memberatkan dan tidak adil bagi remaja yang baru pertama kali bekerja tersebut.
Baca Juga: Ironis! Hanya karena 2 Labu Siam, Lansia di Cianjur Tewas Dipukuli Tetangga!
SOP Kerja dan Klarifikasi Proses Pijat
Echa, pengelola kursi pijat, membuka rekaman CCTV setelah mendengar pengakuan A mengenai proses pekerjaan. A menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan SOP, termasuk mengarahkan konsumen agar tangan dilepas atau dimasukkan ke alat pijat. CCTV menunjukkan bahwa tidak ada pemaksaan dari A kepada konsumen.
“Dari CCTV enggak ada pemaksaan, cuman menganjurkan, mengarahkan, bukan paksaan. Kalau paksaan kan dengan nada tinggi, tapi kalau arahan memang SOP-nya seperti itu,” jelas Echa. Hal ini menegaskan bahwa tuduhan konsumen bahwa A memaksa masuk tangan ke alat pijat tidak benar.
Prosedur ini sebenarnya standar dalam pekerjaan pijat agar alat bekerja optimal. Jika konsumen menolak melepas gelang atau jam tangan, A tetap tidak bisa memaksa. Namun, kesalahpahaman ini memicu tuduhan yang tidak berdasar, sehingga menimbulkan trauma bagi remaja tersebut.
Insiden Kedua Pemeriksaan Kantong A
Malam harinya, ibu-ibu itu kembali datang dan memeriksa kantong A karena curiga melihat sikap gugupnya siang tadi. Mbak, coba dibilang sama masnya siapa tahu di kantongnya. Soalnya tadi aku lihat masnya grogi, terus jongkok ke bawah,” ujar Echa menirukan perkataan konsumen.
Pengelola kemudian menuruti permintaan tersebut dan memeriksa seluruh kantong A di hadapan konsumen. Pemeriksaan membuktikan bahwa A tidak memiliki gelang yang dimaksud dan menegaskan bahwa tuduhan terhadapnya salah. Kejadian ini semakin menunjukkan betapa besar tekanan yang menekan remaja tersebut sepanjang hari.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari travel.detik.com
- Gambar Kedua dari travel.detik.com