Video viral di Labuhanbatu, Sumut, memperlihatkan warga meneriaki sekelompok pria di jalan desa pada malam hari yang terekam dengan sorot senter.
Video tersebut langsung menyebar luas dan memunculkan narasi bahwa satu kompi anggota TNI membawa kabur belasan lembu milik seorang janda. Banyak warganet ikut membagikan video itu tanpa mengecek kebenaran informasi yang menyertainya. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Video Viral Bikin Heboh Warganet
Rekaman itu memperlihatkan suasana malam yang cukup gelap. Warga mendekati sekelompok pria yang berjalan beriringan di jalan desa. Mereka menyorotkan cahaya senter sambil berteriak dari kejauhan.
Unggahan video itu menyertakan klaim bahwa anggota TNI terlibat dalam penggiringan sekitar 16 ekor lembu milik seorang janda. Narasi tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu berbagai komentar dari pengguna media sosial.
Banyak orang ikut menyebarkan video itu tanpa memastikan sumber dan konteks kejadian sebenarnya, sehingga isu berkembang semakin luas di dunia maya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
>>>>>>>>>>>>>>
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Komandan Kodim Meluruskan Informasi
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengetahui video itu, namun ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan peristiwa baru. Hanung menyampaikan bahwa video itu sudah muncul sejak beberapa bulan lalu, sekitar bulan Mei tahun ini. Ia juga meminta masyarakat tidak langsung mengaitkan video tersebut dengan institusi TNI tanpa bukti yang jelas.
Ia menilai penyebutan nama TNI dalam narasi video justru menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan memperkeruh situasi.
Baca Juga: Terungkap! Fakta Terbaru Video Asusila Mahasiswa Unair, Nasib Dua Pelaku Segera Diputus
Kronologi di Lapangan Ternyata Berbeda
Informasi yang diperoleh dari Kodim menunjukkan bahwa peristiwa dalam video berkaitan dengan sengketa kepemilikan hewan ternak. Kasus ini melibatkan seorang janda dan seorang pria berinisial J yang tinggal di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah.
Kedua pihak terlibat perselisihan terkait kepemilikan lembu yang kemudian memicu ketegangan di lapangan. Warga yang berada di lokasi merekam kejadian itu dan menyebarkannya di media sosial.
Pihak Kodim menilai penyebaran video tanpa konteks membuat publik salah memahami situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Kasus Pernah Masuk Laporan Aparat
Kasus sengketa tersebut sebelumnya sudah masuk ke Polres Labuhanbatu dan juga pernah sampai ke Polda Sumatera Utara. Namun, pihak kepolisian tidak melanjutkan laporan itu karena dokumen yang masuk belum lengkap secara administrasi.
Meski begitu, Kodim tetap menelusuri perkembangan kasus tersebut. Mereka mencari tahu apakah kedua pihak pernah melakukan mediasi atau belum menyelesaikan masalahnya.
Selain itu, pihak Kodim juga mengecek sumber asli video untuk memastikan konteks kejadian yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik.
TNI Minta Publik Lebih Bijak Menyikapi Informasi
Letkol Kav Hanung Kaptiaji menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan narasi yang mengaitkan TNI dalam kasus tersebut. Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi dari media sosial.
Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi tanpa verifikasi bisa merugikan banyak pihak dan memicu kesalahpahaman di masyarakat. Karena itu, ia mendorong publik untuk selalu mengecek sumber sebelum menarik kesimpulan.
Hingga saat ini, pihak Kodim masih melakukan penelusuran terhadap asal video dan fakta di lapangan. Mereka berkomitmen menyampaikan informasi resmi setelah semua data terkumpul secara lengkap.