Video seorang remaja yang duduk lemas dengan wajah berlumuran darah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak viral di media sosial.
Banyak warganet menduga remaja tersebut menjadi korban tawuran. Namun setelah menyelidiki kasus tersebut, polisi memastikan korban terluka akibat kecelakaan lalu lintas, bukan karena aksi kekerasan.
Korban diketahui berinisial MF (14), seorang pelajar SMP asal Beji, Kota Depok. Polisi langsung mengumpulkan keterangan dari saksi, keluarga, serta tenaga medis untuk memastikan kronologi kejadian agar informasi yang beredar di media sosial tidak menyesatkan masyarakat.
Video Korban Berdarah Langsung Heboh di Media Sosial
Rekaman yang memperlihatkan MF duduk di pinggir Jalan Joe, Jagakarsa, menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Luka cukup parah terlihat di bagian pelipis atas mata korban sehingga memunculkan berbagai spekulasi.
Sejumlah unggahan bahkan menyebut korban menjadi sasaran tawuran yang terjadi di kawasan tersebut. Informasi itu menyebar dengan cepat sebelum polisi memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab luka yang dialami remaja tersebut.
Peristiwa itu sendiri terjadi pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan rumah sakit tempat korban menjalani perawatan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Polisi Pastikan Korban Mengalami Kecelakaan
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan hasil pemeriksaan mengarah pada kecelakaan lalu lintas. Polisi memperoleh informasi tersebut dari dokter yang menangani korban serta sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Selain itu, petugas juga menerima laporan melalui Call Center Polri 110 mengenai kecelakaan yang terjadi di Jalan Joe. Informasi tersebut sesuai dengan keterangan yang diberikan pihak keluarga.
Kakak korban menjelaskan bahwa MF mengalami benturan keras setelah mengalami kecelakaan. Polisi kemudian memastikan tidak menemukan bukti yang mengarah pada dugaan tawuran.
Baca Juga: Pria Nyaris Tewas Diamuk Massa Saat Hendak Bobol Minimarket di Serang
Keluarga Ikut Memberikan Keterangan kepada Polisi
Untuk memperjelas kronologi kejadian, ibu korban membuat laporan kecelakaan di Unit Laka Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses administrasi sekaligus mendukung penyelidikan yang dilakukan polisi.
Pihak keluarga berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum memiliki dasar yang jelas. Mereka juga meminta publik menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak muncul kesimpulan yang keliru.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak saat membagikan informasi di media sosial, terutama ketika fakta sebenarnya masih dalam proses penyelidikan.
Kondisi Korban Stabil Meski Mengalami Luka Serius
Tim medis di RSUD Pasar Minggu menyatakan korban mengalami luka cukup berat pada bagian dahi dan area sekitar mata akibat benturan keras. Dokter segera melakukan tindakan medis dengan menjahit luka untuk menghentikan pendarahan.
Meski mengalami cedera yang cukup serius, kondisi korban berada dalam keadaan stabil. Tim medis terus memantau perkembangan kesehatannya sambil menyiapkan langkah penanganan berikutnya.
Dokter juga menemukan kerusakan pada bagian tempurung dekat area mata sehingga korban membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Korban Akan Dirujuk Untuk Penanganan Lanjutan
RSUD Pasar Minggu berencana merujuk MF ke rumah sakit tipe A karena fasilitas bedah plastik belum tersedia di rumah sakit tersebut. Proses rujukan masih menunggu surat rekomendasi kecelakaan dari pihak kepolisian.
Polisi terus berkoordinasi dengan keluarga dan pihak rumah sakit agar seluruh proses berjalan lancar. Petugas juga mendampingi korban agar tenaga medis dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhannya.
Kasus ini menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak langsung mempercayai kabar yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi dari pihak berwenang. Informasi yang akurat membantu mencegah munculnya kesalahpahaman dan kepanikan di tengah masyarakat.