Kamis, Oktober 8POS VIRAL
Shadow

Ini Motif dan Peran 4 Pembunuh Tapir di Mesuji Lampung, Fakta di Balik Aksi yang Bikin Heboh

Kasus pembunuhan seekor tapir di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Mesuji, Lampung, menyita perhatian publik setelah video peristiwa itu beredar luas di media sosial.

Ini Motif dan Peran 4 Pembunuh Tapir di Mesuji Lampung, Fakta di Balik Aksi yang Bikin Heboh

Banyak warga mengecam aksi tersebut karena tapir merupakan satwa liar yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Polisi segera menyelidiki kasus ini. Dari enam orang yang terlibat, polisi mengamankan empat pelaku. Hasil pemeriksaan menunjukkan setiap pelaku menjalankan tugas yang berbeda saat mereka mengejar hingga menghabisi tapir tersebut.

Selain mengungkap pembagian peran para pelaku, polisi juga menemukan alasan di balik aksi itu. Para pelaku mengaku hanya ingin memanfaatkan daging tapir untuk mereka konsumsi sendiri. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Polisi Amankan Empat Pelaku

Polisi mengamankan Ketut Suwarne (50), Wayan Supatre (30), Tri Suharyanto (45), dan Made Putra Yasa (43). Sementara itu, penyidik masih memburu dua orang lain yang ikut terlibat dalam perburuan tersebut.

Penyidik mengumpulkan berbagai barang bukti, memeriksa para saksi, lalu mengidentifikasi seluruh pelaku. Langkah cepat itu membantu polisi mengungkap kasus hanya dalam waktu singkat setelah video kejadian menyebar di media sosial.

Kapolres Mesuji memastikan penyidik terus melengkapi berkas perkara agar proses hukum berjalan sesuai aturan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Setiap Pelaku Menjalankan Peran Berbeda

Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan bahwa setiap pelaku memiliki tugas masing-masing selama perburuan berlangsung.

Ketut Suwarne menombak tapir hingga hewan itu kehilangan tenaga. Wayan Supatre mengejar tapir saat berusaha melarikan diri. Tri Suharyanto kemudian menyembelih tapir setelah kelompok tersebut berhasil melumpuhkannya.

Made Putra Yasa membawa golok sekaligus ikut menyembelih tapir bersama pelaku lainnya. Pembagian tugas itu memperlihatkan bahwa seluruh pelaku saling bekerja sama sejak awal hingga akhir aksi.

Baca Juga: Viral! 2 Pria Dilakban Mirip Teletubbies Dituduh Maling, Ini Fakta yang Terungkap

Pelaku Mengaku Berburu untuk Dikonsumsi

Dalam pemeriksaan, para pelaku mengaku berburu tapir hanya untuk mereka konsumsi. Polisi tidak menemukan indikasi bahwa para pelaku hendak menjual daging ataupun bagian tubuh satwa tersebut.

AKBP Muhammad Firdaus menegaskan bahwa para pelaku tidak memiliki motif lain selain mengambil daging tapir sebagai bahan makanan.

Meski para pelaku menyampaikan alasan tersebut, polisi tetap melanjutkan proses hukum karena tindakan mereka berpotensi melanggar aturan perlindungan satwa liar.

Video Perburuan Memicu Reaksi Publik

Video yang memperlihatkan aksi pengejaran hingga penyembelihan tapir langsung memicu reaksi masyarakat. Banyak warganet menyampaikan kritik karena para pelaku memilih membunuh satwa liar yang keluar dari habitatnya.

Peristiwa ini juga mengingatkan masyarakat bahwa konflik antara manusia dan satwa liar masih sering terjadi. Saat satwa memasuki kawasan permukiman atau jalan raya, warga sebaiknya segera menghubungi petugas agar proses evakuasi berlangsung dengan aman.

Langkah tersebut mampu melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelangsungan hidup satwa liar.

Penyidik Terus Kembangkan Kasus

Penyidik terus mengembangkan kasus ini untuk melengkapi seluruh fakta. Polisi juga mencari dua pelaku lain yang belum tertangkap serta mengumpulkan bukti tambahan apabila penyelidikan menemukannya.

Kasus pembunuhan tapir di Mesuji menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu menjaga satwa liar dan menghormati ekosistem. Penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu mencegah kejadian serupa pada masa mendatang.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak memburu satwa liar yang keluar dari habitatnya. Jika menemukan kondisi serupa, warga sebaiknya segera melapor kepada petugas konservasi atau aparat setempat agar mereka dapat mengevakuasi satwa dengan aman.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search