Kamis, Oktober 8POS VIRAL
Shadow

Viral! Bocah Jadikan Ferrari Mewah Perosotan, Orang Tua Kini Digugat Pemilik Mobil

Sebuah Ferrari 488 GTB bernilai sekitar Rp9,5 miliar menjadi sorotan publik setelah empat bocah menjadikannya sebagai tempat bermain.

Viral! Bocah Jadikan Ferrari Mewah Perosotan, Orang Tua Kini Digugat Pemilik Mobil

Peristiwa yang terjadi di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, China, itu terekam kamera CCTV dan langsung menyebar luas di media sosial. Banyak warganet merasa heran karena anak-anak tersebut memanjat, menginjak, hingga meluncur di atas mobil sport mewah layaknya bermain di taman.

Insiden itu tidak hanya mengundang perhatian karena harga mobil yang fantastis, tetapi juga memunculkan perdebatan mengenai tanggung jawab orang tua terhadap tindakan anak-anak mereka. Kini, kasus tersebut memasuki jalur hukum setelah upaya penyelesaian secara damai gagal mencapai kesepakatan.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Rekaman CCTV Perlihatkan Aksi Empat Bocah Bermain di Atas Ferrari

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan empat anak yang diperkirakan masih berusia di bawah 10 tahun mendekati Ferrari yang sedang terparkir. Mereka langsung memanjat kap mesin, berdiri di atas kaca depan, lalu berjalan di bagian atap mobil.

Setelah itu, mereka meluncur melalui kaca belakang seolah-olah mobil tersebut merupakan sebuah perosotan. Tidak berhenti sampai di situ, salah satu anak bahkan menggunakan batang bambu untuk menusuk beberapa bagian bodi kendaraan. Seluruh aksi berlangsung cukup lama sebelum akhirnya mereka meninggalkan lokasi.

Video tersebut segera menarik perhatian masyarakat. Banyak orang menyayangkan tindakan para bocah karena mereka bermain tanpa memahami nilai maupun risiko kerusakan yang bisa muncul.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kerusakan Ferrari Capai Banyak Bagian Penting

Pemilik Ferrari baru mengetahui kejadian itu setelah pulang dari perjalanan dinas. Saat melihat kondisi mobilnya, ia menemukan banyak goresan dan kerusakan di beberapa bagian penting kendaraan.

Kap mesin mengalami baret cukup dalam. Atap, fender, lampu belakang, hingga kaca juga menunjukkan bekas gesekan akibat aksi para bocah. Selain itu, bemper depan diketahui mengalami retak sehingga membutuhkan perbaikan.

Ferrari 488 GTB merupakan mobil sport premium dengan biaya perawatan yang tidak murah. Kerusakan kecil sekalipun sering membutuhkan penanganan khusus agar kualitas kendaraan tetap terjaga. Karena itu, kerusakan yang muncul kali ini tentu membuat pemilik mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Baca Juga: Ini Motif dan Peran 4 Pembunuh Tapir di Mesuji Lampung, Fakta di Balik Aksi yang Bikin Heboh

Pemilik Ferrari Pilih Jalur Damai demi Menekan Biaya

Meski merasa kecewa, pemilik mobil tidak langsung membawa persoalan tersebut ke pengadilan. Ia lebih dulu mencoba menyelesaikannya secara kekeluargaan bersama orang tua keempat bocah tersebut.

Ia juga berusaha menekan biaya perbaikan. Alih-alih membawa mobil ke bengkel resmi Ferrari dengan estimasi biaya mencapai 100 ribu yuan atau sekitar Rp260 juta, ia memilih bengkel umum yang menggunakan komponen aftermarket.

Keputusan itu membuat biaya perbaikan turun drastis menjadi sekitar 29.360 yuan atau setara Rp70 juta. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemilik mobil sebenarnya masih berusaha mencari jalan tengah agar semua pihak tidak menanggung beban yang terlalu besar.

Mediasi Gagal, Orang Tua Hanya Mau Bayar Sebagian Kerugian

Harapan menyelesaikan masalah secara damai akhirnya tidak terwujud. Saat proses mediasi berlangsung di kantor polisi, orang tua keempat anak hanya menawarkan ganti rugi sebesar 5.000 yuan atau sekitar Rp13 juta.

Nominal tersebut jauh di bawah biaya perbaikan yang sudah dikeluarkan pemilik Ferrari. Selain itu, menurut pengakuan pemilik mobil, orang tua para bocah juga tidak meminta anak-anak mereka menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang telah terjadi.

Perbedaan nilai ganti rugi membuat pembicaraan tidak mencapai titik temu. Akibatnya, kedua belah pihak gagal memperoleh kesepakatan yang bisa mengakhiri persoalan tersebut secara damai.

Kasus Berlanjut ke Pengadilan Sesuai Aturan Hukum China

Karena mediasi tidak membuahkan hasil, pemilik Ferrari memutuskan mengajukan gugatan perdata terhadap orang tua keempat bocah tersebut. Ia meminta penggantian biaya sesuai nilai perbaikan kendaraan yang sudah dikeluarkan.

Langkah itu sesuai dengan ketentuan hukum di China. Anak-anak yang berusia di bawah 14 tahun tidak dapat menerima sanksi penahanan administratif. Oleh karena itu, pihak yang bertanggung jawab atas kerugian akibat tindakan mereka adalah orang tua atau wali melalui mekanisme gugatan perdata.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di ruang publik. Rasa ingin tahu memang menjadi bagian dari masa kanak-kanak, tetapi orang tua tetap memiliki peran besar untuk mengajarkan batasan, menghormati barang milik orang lain, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan yang menimbulkan kerugian.

Di sisi lain, peristiwa ini juga menunjukkan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan akan lebih mudah tercapai apabila kedua belah pihak sama-sama menunjukkan itikad baik sejak awal.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search