Video turis lokal yang mengaku diminta pergi dari Pantai Blue Lagoon, Bali, viral di media sosial. Pemilik warung membantah mengusir dan memberikan klarifikasi.
Kabar itu langsung menarik perhatian publik karena muncul dugaan perlakuan berbeda antara wisatawan lokal dan asing. Pemilik warung kemudian memberikan penjelasan untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya terjadi di lokasi. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Video Wisatawan Lokal Picu Perdebatan di Media Sosial
Kejadian tersebut bermula saat seorang wisatawan lokal mengunggah video pengalamannya ketika berkunjung ke Pantai Blue Lagoon, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem. Dalam video itu, ia mengaku datang bersama beberapa temannya untuk makan dan menikmati aktivitas snorkeling.
Perempuan dalam video tersebut merasa kecewa karena rombongannya mendapat teguran dari pemilik warung ketika masih berada di area tempat makan. Ia menduga pemilik warung meminta mereka pergi karena ingin menyediakan tempat bagi wisatawan asing.
Unggahan itu kemudian menyebar luas dan membuat warganet memberikan berbagai tanggapan. Banyak orang mempertanyakan alasan pemilik warung menegur wisatawan lokal tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemilik Warung Jelaskan Kronologi Versi Berbeda
Luh Putu Susiani selaku pemilik warung akhirnya menjelaskan kronologi kejadian dari sudut pandangnya. Ia membantah telah mengusir wisatawan lokal atau memberikan perlakuan khusus kepada wisatawan asing.
Susiani mengatakan rombongan tersebut datang sekitar pertengahan Juni 2026 dengan jumlah lima orang. Satu orang memilih duduk di area pantai, sedangkan empat orang lainnya berada di warung miliknya.
Tiga orang memesan makanan, sementara satu orang hanya membeli minuman. Setelah menyelesaikan makanan, mereka kemudian bermain kartu yang mereka bawa sendiri sambil berbincang cukup lama.
Susiani mengaku hanya mengingatkan mereka agar tidak bermain kartu terlalu lama karena kondisi warung mulai ramai. Ia meminta mereka memberikan kesempatan kepada pengunjung lain yang ingin makan.
Baca Juga: Heboh! Croissant ‘Berambut’ Dijual di Thailand, Banyak yang Jijik tapi Tetap Penasaran
Warung Mulai Ramai, Pemilik Minta Pengunjung Bergantian
Menurut Susiani, warung miliknya memiliki kapasitas meja yang terbatas. Ketika waktu makan siang tiba, banyak wisatawan datang untuk menikmati makanan setelah beraktivitas di pantai.
Ia menegaskan dirinya tidak pernah membedakan wisatawan berdasarkan asal negara. Semua pengunjung tetap mendapat pelayanan yang sama selama mereka mengikuti kondisi dan aturan sederhana di warung.
“Saya tidak ada mengusir mereka, saya hanya meminta mereka jangan bermain kartu terlalu lama saja, apalagi mereka sudah selesai makan cukup lama,” ujar Susiani.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyampaikan hal serupa kepada pengunjung lain saat warung penuh. Para wisatawan biasanya memahami situasi tersebut tanpa memperbesar masalah.
Rombongan Turis Lokal Tinggalkan Lokasi Setelah Teguran
Setelah mendapat penjelasan dari pemilik warung, empat wisatawan lokal itu langsung membayar pesanan mereka. Mereka kemudian memanggil satu temannya yang masih berada di pantai sebelum meninggalkan lokasi.
Susiani mengaku tidak mengetahui bahwa kejadian tersebut akan menjadi viral. Ia baru mengetahui video itu ramai diperbincangkan setelah salah satu karyawannya memberi tahu.
Menurutnya, tidak ada maksud untuk melarang wisatawan lokal menikmati Pantai Blue Lagoon. Ia juga menjelaskan bahwa pantai tersebut tetap terbuka bagi seluruh pengunjung.
Klarifikasi Pemilik Warung Ubah Sudut Pandang Kasus Viral
Peristiwa ini sempat memunculkan anggapan bahwa wisatawan lokal mendapat perlakuan berbeda dibandingkan turis asing. Namun, klarifikasi pemilik warung memberikan gambaran lain mengenai situasi yang terjadi saat itu.
Pengelola usaha di kawasan wisata memang harus mengatur kenyamanan pengunjung, terutama ketika jumlah wisatawan meningkat dan kapasitas tempat makan mulai terbatas.
Wisatawan juga perlu memahami kondisi tempat yang mereka kunjungi agar aktivitas bersama tetap berjalan nyaman. Komunikasi yang baik antara pengunjung dan pelaku usaha dapat mencegah kesalahpahaman seperti kasus ini.
Pantai Blue Lagoon hingga kini tetap menjadi salah satu tujuan wisata populer di Karangasem. Kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bahwa setiap pihak perlu menyampaikan informasi secara jelas sebelum mengambil kesimpulan.