Kisah kakek 84 tahun di Lebak viral usai jualan kangkung sambil ikat perut pakai tali plastik demi menahan lapar, perjuangannya menyentuh banyak hati.
Kakek bernama Madhalim, warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, memilih tetap bekerja menjual kangkung demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam kondisi usia yang sudah tidak muda lagi, ia masih berkeliling membawa dagangan agar bisa mendapatkan penghasilan untuk bertahan hidup.
POS VIRAL akan mengulas kisah mengharukan kakek 84 tahun asal Lebak, Banten, yang viral setelah berjualan kangkung sambil mengikat perut memakai tali plastik untuk menahan lapar.
Kisah Kakek Madhalim yang Rela Menahan Lapar Saat Mencari Nafkah
Madhalim menjadi sorotan setelah masyarakat mengetahui kebiasaannya mengikat bagian perut dengan tali plastik ketika rasa lapar datang saat berjualan. Cara tersebut ia lakukan untuk menahan rasa lapar agar tetap kuat menjalani aktivitasnya di tengah keterbatasan ekonomi.
Perjuangan Madhalim menggambarkan kondisi sulit yang masih dialami sebagian masyarakat lanjut usia. Alih-alih menikmati masa tua dengan tenang, ia masih harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istri dan anaknya.
Kisah tersebut kemudian menyebar luas dan mengundang perhatian banyak pihak. Banyak masyarakat merasa prihatin melihat perjuangan seorang lansia yang tetap berusaha mandiri meski hidup dalam kondisi serba kekurangan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tinggal di Bekas Pabrik Kopra Bersama Istri dan Anak
Di balik kisah jualan kangkung tersebut, kondisi tempat tinggal Madhalim juga membuat banyak orang ikut merasa prihatin. Madhalim diketahui tinggal bersama istrinya dan seorang putrinya di sebuah bangunan sederhana yang sebelumnya merupakan bekas pabrik kopra.
Bangunan tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga. Pemerintah Kabupaten Lebak melihat kondisi itu sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian agar Madhalim dan keluarganya bisa menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Meski memiliki keterbatasan, Madhalim tetap berusaha menjalani hidup tanpa banyak mengeluh. Ia memilih bekerja dengan menjual kangkung daripada hanya bergantung kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca Juga: Geger di Tangsel! Ibu Buang Jasad Bayi, Alasan di Balik Kejadian Ini Terungkap
Pemkab Lebak Berikan Bantuan Setelah Kisahnya Viral
Setelah kisah Madhalim ramai di media sosial, Pemerintah Kabupaten Lebak langsung mendatangi kediamannya untuk memberikan bantuan. Bantuan tersebut bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga Madhalim yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan berupa sembako, perlengkapan rumah tangga, kasur, serta family kit untuk Madhalim dan keluarganya.
Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Pemkab Lebak juga memastikan akan terus melakukan pendampingan agar kebutuhan dasar keluarga Madhalim tetap terpenuhi.
Madhalim Tercatat Sebagai Penerima Bantuan Pemerintah
Lela menjelaskan bahwa Madhalim telah tercatat sebagai masyarakat desil satu, yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling membutuhkan perhatian. Ia juga sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Sementara itu, istri Madhalim juga tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dari pemerintah. Data tersebut menunjukkan bahwa keluarga Madhalim memang masuk dalam kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Pemerintah berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga tersebut. Selain bantuan kebutuhan sehari-hari, pemerintah daerah juga melihat perlunya solusi jangka panjang untuk kondisi tempat tinggal Madhalim.
Perjuangan Kakek Madhalim Jadi Pengingat Kepedulian Sosial
Kisah Madhalim bukan hanya tentang seorang kakek yang berjualan kangkung, tetapi juga tentang perjuangan seseorang yang tetap berusaha bertahan meski menghadapi banyak keterbatasan. Usianya yang sudah 84 tahun tidak membuatnya berhenti mencari penghasilan untuk keluarganya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian dari lingkungan sekitar. Bantuan pemerintah maupun masyarakat dapat menjadi dukungan penting bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
Ke depan, Pemkab Lebak berencana melakukan pendampingan lanjutan untuk memastikan Madhalim dan keluarganya mendapatkan kehidupan yang lebih aman dan nyaman. Kisahnya pun menjadi pelajaran bahwa kepedulian kecil dapat memberikan dampak besar bagi orang yang membutuhkan.