Karcis Rp100 Ribu Bikin Warganet Bertanya-tanya
Kawasan eks Denbekang berada di sebelah barat Masjid Sheikh Zayed. Area tersebut menjadi pilihan sejumlah rombongan wisatawan untuk memarkir bus ketika mengunjungi masjid.
Kepala UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Solo Haryono Nugroho menegaskan bahwa Pemkot Solo tidak menetapkan tarif Rp100 ribu tersebut. Menurut Haryono, area parkir itu berada di halaman yang berkaitan dengan Kementerian Agama (Kemenag), bukan badan jalan atau area yang dikelola Pemkot Solo.
“Itu kan parkirannya Denbekang, parkirannya halamannya Kemenag. Bukan parkiran badan jalan atau opritnya Pemkot,” ujar Haryono.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dishub Bergerak Usai Karcis Rp100 Ribu Viral
Menanggapi polemik tersebut, Dishub Solo memanggil pengelola parkir dan meminta mereka menghentikan penggunaan karcis Rp100 ribu yang beredar di media sosial.
Dishub juga meminta pengelola memakai karcis resmi Pemkot Solo sesuai aturan yang berlaku. Langkah tersebut bertujuan memberikan kejelasan kepada wisatawan mengenai biaya parkir bus di sekitar Masjid Sheikh Zayed.
Haryono juga menyampaikan bahwa Dishub Solo sudah menyurati Kemenag terkait pengelolaan kantong parkir di kawasan eks Denbekang. Ia meminta pengelola mengikuti ketentuan tarif parkir wisata yang berlaku di Kota Solo.
Baca Juga: VIRAL! Pria Nekat Cuci Motor di Kubangan Jalan Saat Mobil Wabup Sumbawa Lewat
Warga Ungkap Alasan Tarif Parkir Rp100 Ribu
Kokok (47), warga yang ikut mengelola area parkir tersebut, membenarkan keberadaan karcis Rp100 ribu. Ia menjelaskan bahwa pengelola dulu menerapkan sistem flat atau sekali masuk.
Melalui sistem itu, bus dapat berhenti selama beberapa jam tanpa tambahan biaya. Pengelola bahkan mengizinkan bus menginap jika rombongan membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Kokok juga menjelaskan pembagian uang parkir tersebut. Menurutnya, pengelola tidak mengambil seluruh uang Rp100 ribu. Mereka membagi hasilnya kepada sejumlah pihak, termasuk sopir, tour leader, dan orang yang membantu mencarikan bus.
Namun, Kokok memastikan pengelola sudah menarik karcis lama tersebut. Ia menyebut foto karcis yang beredar di media sosial bukan karcis yang mereka gunakan saat ini.
Tarif Baru Bus Masih Menunggu Kesepakatan
Pengelola belum menentukan tarif baru setelah menghentikan karcis Rp100 ribu. Kokok menyebut mereka tengah mempertimbangkan tarif antara Rp30 ribu sampai Rp50 ribu untuk sekali masuk.
Besaran tersebut masih membutuhkan pembahasan dengan pihak terkait. Pengelola juga perlu menyesuaikan tarif dengan aturan yang berlaku agar wisatawan mendapat kepastian sejak awal.
Haryono menolak alasan bahwa tarif flat Rp100 ribu muncul karena bus bisa menginap tanpa batas waktu. Menurutnya, pengelola harus mengikuti ketentuan parkir wisata dan tidak menetapkan tarif sendiri.
Bus Luar Daerah Pernah Menginap hingga Dua Hari
Lokasi dalam kawasan eks Denbekang memang menarik perhatian rombongan bus wisata. Letaknya yang dekat dengan Masjid Sheikh Zayed membuat area tersebut praktis bagi wisatawan yang mengikuti perjalanan religi.
Warga menyebut sejumlah bus dari luar Kota Solo bahkan pernah datang dari luar Pulau Jawa. Bus dari Kalimantan dan Riau, misalnya, pernah membawa rombongan untuk berwisata religi sekaligus menginap hingga dua hari.
Sementara itu, tarif resmi di bahu jalan kawasan eks Denbekang Jalan Ahmad Yani menggunakan sistem progresif setiap dua jam. Pengendara sepeda membayar Rp1.000, sedangkan sepeda motor membayar Rp3.000.
Mobil penumpang atau pikap dikenakan Rp5.000. Angkot, elf, dan minibus membayar Rp10.000. Bus sedang atau truk sedang juga membayar Rp10.000, sedangkan bus besar atau truk besar membayar Rp20.000.
Perbedaan tarif tersebut menunjukkan bahwa nominal Rp100 ribu pada karcis viral bukan tarif resmi Pemkot Solo. Wisatawan yang membawa rombongan sebaiknya menanyakan tarif dan lokasi parkir terlebih dahulu agar perjalanan menuju Masjid Sheikh Zayed tetap nyaman.