Pernyataan Prabowo soal upah kupas bawang Rp700 ribu per kilogram viral dan menarik perhatian Nurliah, pedagang Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar.
Nurliah mengaku tergiur ketika mendengar nominal tersebut. Ia bahkan siap mengambil pekerjaan mengupas bawang jika ada pihak yang menawarkan bayaran sebesar itu.
“Di mana? Kalau ada, saya juga mau,” kata Nurliah saat ditemui di Pasar Pa’baeng-baeng, dikutip dari Tribun Timur, Minggu (16/8/2026). Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Nurliah Sudah Biasa Mengupas Bawang
Pekerjaan mengupas bawang sebenarnya bukan hal baru bagi Nurliah. Selama berjualan sayur dan bumbu dapur, ia beberapa kali menerima pesanan untuk mengupas bawang sebagai pekerjaan tambahan.
Pengalaman tersebut membuat Nurliah mengetahui kisaran bayaran yang biasa ia terima. Nominalnya jauh berbeda dari angka Rp700.000 per kilogram yang ramai dibicarakan setelah pernyataan Prabowo.
Nurliah bercerita bahwa ia pernah menerima Rp100.000 untuk mengupas 25 kilogram bawang. Dengan hitungan sederhana, bayaran tersebut berada di kisaran Rp4.000 per kilogram.
“Waktu saya dulu makkupas, Rp100 ribu untuk 25 kilo,” ujar Nurliah.
Ia biasanya mengerjakan pesanan tersebut sambil tetap menjaga lapaknya. Cara itu memungkinkan Nurliah memperoleh penghasilan dari dua pekerjaan sekaligus.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
10 Kilogram Bisa Habiskan Waktu Tiga Jam
Nurliah mengatakan proses mengupas bawang membutuhkan waktu cukup lama. Jika hanya fokus mengerjakan pekerjaan tersebut, ia memperkirakan bisa menyelesaikan 10 kilogram dalam waktu sekitar dua sampai tiga jam.
Kecepatan kerja tentu bergantung pada kondisi bawang dan keterampilan orang yang mengupasnya. Karena itu, Nurliah memilih mengerjakan pesanan secara bertahap ketika pembeli di lapaknya tidak terlalu ramai.
“Saya ini, sambil menjual sambil kupas-kupas bawang. Kalau ada saya disuruh, saya kupaskan, jadi nyambi begitu,” tuturnya.
Aktivitas tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Nurliah bahkan telah berjualan sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa’baeng-baeng selama sekitar 20 tahun.
Baca Juga: Viral! Guru Jadi Terdakwa Gara-Gara Disiplinkan Siswi, Kuasa Hukum Akhirnya Buka Suara
Bawang Kupasan Punya Harga Lebih Tinggi
Nurliah juga menjual bawang merah yang sudah ia kupas. Menurutnya, proses tersebut membuat harga bawang berbeda dari produk yang masih memiliki kulit.
Ia menjual bawang merah tanpa kupasan sekitar Rp35.000 per kilogram. Setelah mengupas kulitnya, Nurliah menjual bawang tersebut sekitar Rp40.000 per kilogram.
Perbedaan harga itu mencerminkan adanya tambahan pekerjaan sebelum bawang sampai ke tangan pembeli. Pedagang perlu mengeluarkan waktu dan tenaga untuk membersihkan serta mengupas bawang.
Upah Pengupas di Pasar Jauh dari Rp700 Ribu
Nurliah menyebut sejumlah orang memang mencari penghasilan sebagai buruh pengupas bawang di sekitar Pasar Pa’baeng-baeng. Ia mengenal seorang perempuan bernama Daeng Ke’nang yang biasa menerima pekerjaan tersebut.
H Najamuddin (70), pemilik usaha penggilingan rempah sekaligus pedagang bumbu dapur, juga kerap menggunakan jasa pengupas bawang.
Najamuddin mengeluarkan sekitar Rp100.000 untuk mengupas 50 kilogram bawang berukuran besar. Untuk bawang berukuran kecil, ia dapat membayar hingga Rp120.000 untuk jumlah yang sama.
“Dalam satu karung itu, kalau bawangnya besar-besar, Rp100 ribu dalam 50 kilo. Kalau bawangnya kecil, boleh ditambah Rp120 ribu untuk 50 kilo,” kata Najamuddin.
Angka tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup jauh dengan nominal Rp700.000 per kilogram yang muncul dalam pernyataan Prabowo.
Pernyataan Prabowo Picu Perbincangan
Prabowo menyampaikan pernyataan mengenai upah Rp700.000 per kilogram saat berpidato dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, serta DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidato itu, Prabowo memperkenalkan Susanah, seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor. Ia menyebut Susanah bekerja mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram.
Prabowo juga mengatakan Susanah menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako. Menurut Prabowo, bantuan tersebut membantu keluarga Susanah memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
Potongan video pidato kemudian menyebar luas di media sosial. Perbedaan angka dengan tarif pengupasan bawang yang ditemukan di sejumlah pasar membuat publik ikut mempertanyakan informasi tersebut. Laporan terbaru juga menyebut pemerintah akan mengecek kembali data mengenai nominal upah yang muncul dalam pernyataan tersebut.
Bagi Nurliah, nominal Rp700.000 tentu menarik jika memang tersedia sebagai bayaran nyata bagi pekerja pengupas bawang. Ia bahkan langsung menyatakan kesiapannya mengambil pekerjaan tersebut jika kesempatan itu benar-benar ada.