Aksi empat pelajar SMP di Ciputat bonceng satu motor viral setelah mereka terlihat duduk berdesakan tanpa helm dan membahayakan keselamatan.
Rekaman tersebut memperlihatkan empat remaja yang mengenakan seragam SMP menaiki satu sepeda motor secara berdesakan. Salah satu pelajar bahkan tampak berada dalam posisi seperti “gendongan” karena kapasitas kendaraan jelas tidak mencukupi untuk empat orang.
Video itu kemudian ramai dibicarakan setelah beredar di media sosial. Banyak perhatian tertuju pada cara mereka membawa kendaraan di jalan umum tanpa perlengkapan keselamatan yang semestinya. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Video Pelajar Bonceng 4 Viral di Media Sosial
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan WR Supratman, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam rekaman yang beredar, keempat pelajar tampak menaiki Honda Vario secara bersamaan. Mereka tidak menggunakan helm dan mengambil posisi yang membuat pengendara maupun penumpang sulit menjaga keseimbangan.
Aksi seperti ini tentu menarik perhatian karena kendaraan roda dua pada dasarnya membutuhkan ruang dan posisi yang stabil agar pengendara dapat mengendalikan setang, melakukan pengereman, serta mengantisipasi kondisi jalan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Polisi Langsung Telusuri Identitas Motor
Setelah video tersebut viral, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menurunkan personel untuk mencari tahu identitas para pelajar dan kendaraan yang mereka gunakan.
Petugas akhirnya menemukan sepeda motor yang terlihat dalam rekaman. Kendaraan tersebut merupakan Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi B-3457-WBA.
Polisi kemudian mendatangi kediaman pemilik kendaraan. Petugas melakukan klarifikasi kepada K selaku pemilik sepeda motor yang terlihat dalam video tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan siapa saja yang berada dalam rekaman sekaligus mengetahui alasan mereka menggunakan satu sepeda motor secara berlebihan.
Baca Juga: Viral Video Promosi Jasa Santet di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Bikin Warganet Heboh
Keempat Pelajar Dipanggil Bersama Orang Tua
Setelah identitas para pelajar diketahui, polisi memanggil keempatnya bersama orang tua masing-masing. Ketua RT 07 RW 09, Andi, juga turut hadir dalam proses klarifikasi tersebut.
Dalam pertemuan itu, polisi tidak hanya meminta keterangan. Petugas juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya berkendara dengan jumlah penumpang yang tidak sesuai serta pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
Polisi menjelaskan bahwa posisi penumpang yang berdesakan dapat membuat kendaraan kehilangan keseimbangan. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika pengendara harus mengerem mendadak atau menghindari kendaraan lain.
Alasan “Bensin Habis” Jadi Dalih
Dari penelusuran dan klarifikasi yang dilakukan, aksi tersebut berkaitan dengan alasan para pelajar yang menyebut bensin habis. Dalih itu kemudian menjadi bagian dari penjelasan mengenai mengapa mereka sampai menaiki satu motor secara berempat.
Meski memiliki alasan tertentu, kondisi tersebut tetap tidak membuat cara berkendara mereka menjadi aman. Membawa tiga penumpang sekaligus membuat ruang gerak semakin terbatas dan menyulitkan pengendara ketika menghadapi situasi tidak terduga di jalan.
Karena itu, polisi menekankan bahwa alasan apa pun tidak seharusnya membuat keselamatan diabaikan, terlebih para penumpang masih berstatus pelajar.
Polisi Ingatkan Risiko Kecelakaan
Polisi memberikan pemahaman tentang sejumlah risiko yang dapat muncul dari aksi tersebut. Kendaraan dapat kehilangan keseimbangan, terjatuh ketika melakukan pengereman, atau mengalami kecelakaan saat pengendara mencoba menghindari kendaraan lain.
Risiko cedera juga dapat menimpa pengendara maupun seluruh penumpang. Apalagi, keempat pelajar dalam video tidak mengenakan helm sebagai perlindungan kepala.
Selain persoalan keselamatan, polisi mengingatkan bahwa para pelajar tersebut belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan di jalan. Setiap pengendara wajib memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM serta membawa dokumen kendaraan seperti STNK.
Melalui pembinaan tersebut, polisi berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Edukasi kepada pelajar dan orang tua menjadi langkah penting agar penggunaan kendaraan di jalan tetap memperhatikan keselamatan, aturan lalu lintas, serta kepentingan pengguna jalan lainnya.