Minggu, September 20POS VIRAL
Shadow

Viral Video Promosi Jasa Santet di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Bikin Warganet Heboh

Video promosi jasa santet dan pelet viral di media sosial, diduga direkam di kawasan Pantai Karang Hawu, Sukabumi, dan memicu kontroversi warga setempat.

Viral Video Promosi Jasa Santet di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Bikin Warganet Heboh

Dalam video tersebut terlihat sejumlah sesajen yang berada di atas tebing karang dengan latar laut lepas. Narasi pada tayangan itu juga mencantumkan tarif berbagai layanan spiritual sehingga memicu perbincangan di kalangan warganet.

Warga setempat kemudian ikut memberikan penjelasan mengenai lokasi yang muncul dalam rekaman. Mereka menilai sudut pengambilan gambar memang memiliki kemiripan dengan salah satu area di Karang Hawu. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Video Promosi Santet di Karang Hawu Jadi Sorotan

Rekaman tersebut memperlihatkan beberapa perlengkapan sesajen, mulai dari nampan, kemenyan, kelapa muda, hingga mangkuk dupa. Kamera mengarah ke laut dari sebuah tebing karang yang cukup dekat dengan kawasan pesisir.

Yang membuat video semakin ramai adalah tulisan mengenai tarif jasa spiritual. Narasi itu mencantumkan santet mati dengan harga Rp3 juta, santet sakit Rp2 juta, santet gila Rp1 juta, serta pelet puter giling Rp400 ribu.

Konten tersebut kemudian menyebar di media sosial dan mengundang berbagai komentar. Sebagian pengguna mempertanyakan siapa pembuat video dan apakah lokasi yang tampil benar-benar berada di Karang Hawu.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Warga Cisolok Kenali Lokasi dalam Video

Sejumlah warga Cisolok mengaku mengenali area yang terlihat dalam rekaman. Jaka, salah seorang warga, menyebut posisi kamera memiliki kemiripan dengan salah satu sudut tebing di Karang Hawu.

Menurut Jaka, kemiripan itu terlihat ketika kamera mengarah ke sisi kanan. Dari sudut tersebut, perbukitan Puncak Habibie tampak sebagai salah satu penanda lokasi.

Relawan lokal bernama Nanan juga memberikan keterangan serupa. Ia menyebut area dalam video berada di bagian bawah tebing yang mengarah ke kebun kelapa. Di lokasi itu terdapat rongga atau gua karang yang dulu sempat menjadi tempat warga berjualan kopi.

Baca Juga:

Tebing Karang Hawu Sudah Lama Jarang Didatangi

Nanan menjelaskan kondisi kawasan tersebut kini berbeda dari masa lalu. Ombak terus mengikis bagian tebing sehingga warga sudah lama tidak melakukan aktivitas di area tersebut.

Menurut keterangannya, warga sudah lebih dari 20 tahun tidak naik ke bagian tebing itu karena kondisi laut dapat membahayakan pengunjung. Karena itu, kemunculan lokasi tersebut dalam video ikut menimbulkan pertanyaan mengenai kapan rekaman sebenarnya dibuat.

Nanan juga menduga video itu bukan rekaman baru. Ia menduga seseorang mengambil video lama milik pihak lain, kemudian menambahkan tulisan mengenai tarif jasa santet untuk menarik perhatian atau menjalankan modus tertentu.

Warga Bantah Ada Jasa Santet Berbayar

Nanan menegaskan bahwa warga maupun orang yang menjalankan aktivitas spiritual di sekitar Karang Hawu tidak mengenal praktik jual beli jasa santet seperti yang tercantum dalam video.

Menurutnya, orang yang datang ke kawasan tersebut biasanya melakukan tawasulan atau ziarah. Aktivitas tersebut berbeda dengan narasi promosi jasa santet yang beredar di media sosial.

Pernyataan warga itu menjadi penting karena video tersebut dapat membentuk kesan berbeda mengenai aktivitas di kawasan wisata. Warga pun meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang muncul hanya dari sebuah unggahan.

Kepala Desa Cisolok Tegaskan Tidak Ada Komersialisasi Ilmu Hitam

Kepala Desa Cisolok, Hendi Sunardi, turut memberikan tanggapan mengenai video yang ramai tersebut. Ia membantah adanya praktik komersialisasi ilmu hitam di kawasan Pantai Karang Hawu.

Pemerintah desa menilai informasi dalam video perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman tentang kawasan wisata tersebut. Apalagi Karang Hawu menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi masyarakat.

Di tengah cepatnya penyebaran konten media sosial, masyarakat sebaiknya memeriksa informasi dari sumber yang jelas sebelum mempercayai sebuah klaim. Video yang viral belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lokasi, terutama jika tidak ada keterangan waktu dan pembuat rekaman yang jelas.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search