Sabtu, Oktober 10POS VIRAL
Shadow

BEM UI Turun ke Jalan, Massa Diadang Aparat Dekat Bundaran HI, Ini Tuntutannya

BEM UI dan Front Mahasiswa Nasional turun aksi di Jakarta dengan membawa delapan tuntutan, mulai dari penolakan kebijakan pemerintah hingga persoalan sosial.

BEM UI Turun ke Jalan, Massa Diadang Aparat Dekat Bundaran HI, Ini Tuntutannya

Aksi tersebut berlangsung di kawasan Jakarta Pusat. Namun, rombongan mahasiswa tidak berhasil mencapai Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aparat menghadang massa sekitar satu kilometer dari lokasi yang menjadi tujuan aksi. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Massa Mahasiswa Diadang Aparat Dekat Bundaran HI

Rombongan mahasiswa bergerak menuju Bundaran HI setelah sebelumnya meninggalkan kendaraan yang mereka gunakan di Jalan Sudirman, tidak jauh dari Stasiun KRL Sudirman. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa poster dan menyampaikan orasi.

Di depan barikade aparat, mahasiswa beberapa kali meminta akses menuju Bundaran HI. Polisi meminta massa tidak memaksa maju. Namun, mahasiswa tetap bergerak sambil meneriakkan sejumlah yel-yel dan menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Perwakilan BEM UI juga sempat bernegosiasi dengan polisi. Akan tetapi, permintaan untuk melanjutkan perjalanan ke Bundaran HI tidak mendapat persetujuan. Massa akhirnya bertahan di sekitar barikade aparat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Delapan Tuntutan Jadi Suara Utama Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, BEM UI dan FMN membawa delapan tuntutan. Mereka meminta pemerintah menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta mendorong reforma agraria yang mereka anggap lebih berpihak kepada masyarakat.

Mahasiswa juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM. Mereka meminta evaluasi total terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Tuntutan lainnya mencakup penghentian pemusatan kekuasaan, penolakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), penanganan serius bencana di Sumatra dan Flores, serta penghentian tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil.

Baca Juga: Cuma Gara-Gara Ngetag Lokasi, Parkiran Jadi Rebutan! Ini Kata Kemenhub

Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah

Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra mengatakan seluruh tuntutan tersebut memiliki kaitan. Menurut dia, mahasiswa melihat adanya kondisi ketika kekuatan negara semakin besar, sementara posisi masyarakat justru semakin lemah.

Mahasiswa juga menyoroti efisiensi anggaran dan dampaknya terhadap daerah. Mereka menilai pemangkasan transfer dapat membatasi kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program, termasuk ketika menghadapi bencana.

Selain persoalan anggaran, massa mempersoalkan PSN, MBG, KDMP hingga aktivitas pertambangan. Salah satu peserta aksi, Rafa, bahkan mengaitkan kebijakan tersebut dengan apa yang ia sebut sebagai bentuk penjajahan negara terhadap rakyat sendiri.

Aksi Kali Ini Bukan Sekadar Perayaan Kemerdekaan

Momentum demonstrasi juga berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. BEM UI menyatakan mereka turun ke jalan bukan sekadar untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan, tetapi untuk mempertanyakan kondisi masyarakat setelah 81 tahun Indonesia merdeka.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menilai kemerdekaan seharusnya memberikan manfaat bagi seluruh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu. Ia juga menyinggung persoalan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, hingga kebijakan ekonomi yang menurut mahasiswa perlu mendapat perhatian lebih serius.

Mahasiswa turut mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah yang terdampak bencana di Sumatra dan Flores. Mereka menilai pemerintah perlu menunjukkan respons yang lebih kuat terhadap masyarakat yang menjadi korban.

Polisi Kerahkan Ribuan Personel Amankan Aksi

Di tengah aksi mahasiswa, Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan dari Polri dan TNI untuk mengamankan berbagai kegiatan demonstrasi di Jakarta. Aparat juga menyiapkan rekayasa lalu lintas jika kepadatan kendaraan terjadi di sejumlah ruas jalan.

Polisi sebelumnya menyatakan telah menangkap 21 orang yang mereka duga hendak memicu kericuhan dalam rangkaian aksi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut petugas menemukan petasan, flare, serta botol yang diduga berkaitan dengan bom molotov. Polisi masih memeriksa orang-orang tersebut.

Sementara itu, aksi BEM UI dan FMN kembali menunjukkan ketegangan antara kelompok mahasiswa  dan aparat terkait lokasi penyampaian aspirasi. Mahasiswa ingin menyampaikan tuntutan di Bundaran HI, sedangkan aparat meminta massa tidak memasuki kawasan tersebut demi menjaga aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search