Kamis, Oktober 8POS VIRAL
Shadow

Bikin Geger! Polisi dan ASN Terlibat Adu Jotos Saat Laga POR Kabupaten Tangerang

Semifinal POR Kabupaten Tangerang 2026 memanas! Laga Polresta Tangerang kontra DLHK di Stadion Mini Solear diwarnai gesekan antarpemain hingga jadi sorotan.

Bikin Geger! Polisi dan ASN Terlibat Adu Jotos Saat Laga POR Kabupaten Tangerang

Video yang memperlihatkan ketegangan di lapangan kemudian beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memicu berbagai komentar karena memperlihatkan sejumlah pemain dari kedua tim terlibat kontak fisik ketika pertandingan berlangsung. Simak ulasan lengkapnya dari .

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Semifinal POR Tangerang Mendadak Memanas

Pertandingan antara Polresta Tangerang dan DLHK Kabupaten Tangerang berlangsung dengan tensi tinggi. Kedua tim sama-sama berusaha mengamankan tiket menuju babak berikutnya sehingga persaingan di lapangan berjalan ketat.

Situasi kemudian memanas ketika terjadi perebutan bola dan kontak fisik antarpemain. Respons emosional muncul dalam situasi tersebut hingga memunculkan gesekan yang akhirnya terekam kamera dan menyebar melalui media sosial.

Video itu lantas membuat pertandingan tersebut menjadi perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan insiden yang terjadi karena kedua tim membawa nama instansi pemerintahan dalam ajang olahraga antarpegawai.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Polresta Tangerang Sebut Situasi Tak Berujung Kericuhan

Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Ia menyebut pertandingan memang memiliki intensitas tinggi, terutama menjelang akhir laga.

Menurut Tri, kontak fisik dalam perebutan bola serta respons emosional sesaat dapat terjadi ketika pemain berusaha memenangkan pertandingan. Namun, petugas keamanan dan para pemain berhasil mengendalikan situasi sehingga ketegangan tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

“Memang terdapat dinamika di lapangan ketika intensitas pertandingan meningkat, terutama menjelang akhir pertandingan,” ujar Tri dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Ia menegaskan pertandingan tetap berjalan hingga wasit meniup peluit panjang. Tidak ada persoalan yang berlanjut setelah laga berakhir.

Baca Juga: Bikin Sesak! Pengantin Ini Ucap Janji Suci di Depan Jenazah Sang Ayah

Usai Pertandingan, Kedua Tim Kembali Bersalaman

Situasi setelah pertandingan justru menunjukkan suasana berbeda. Para pemain dari Polresta Tangerang dan DLHK Kabupaten Tangerang saling bersalaman setelah wasit mengakhiri pertandingan.

Sejumlah pemain bahkan saling berpelukan sebagai tanda bahwa persaingan di lapangan tidak berlanjut ke luar pertandingan. Momen tersebut menjadi penegasan bahwa kedua tim tetap menjaga hubungan baik meski sempat terjadi ketegangan.

Tri meminta masyarakat melihat kejadian tersebut secara proporsional. Menurutnya, publik tidak perlu menarik kesimpulan terlalu jauh hanya berdasarkan potongan video yang beredar.

“Tidak perlu membesar-besarkan ketegangan sesaat yang terjadi di lapangan, terlebih sampai mengesankan adanya perselisihan antarkedua tim,” kata Tri.

POR Kabupaten Tangerang Bukan Sekadar Perebutan Juara

Tri menjelaskan bahwa POR Pegawai Kabupaten Tangerang memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang pertandingan. Ajang tersebut menjadi sarana bagi pegawai dari berbagai instansi untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.

Semangat kompetisi memang tetap penting. Setiap tim tentu ingin menang dan menunjukkan kemampuan terbaik. Namun, pemain juga harus mampu mengendalikan emosi ketika pertandingan berlangsung panas.

“Namanya pertandingan, tentu ada tensi dan semangat untuk memenangkan pertandingan. Yang penting adalah bagaimana setiap pemain mampu mengendalikan diri, menjaga sportivitas, dan menyelesaikan pertandingan dengan baik,” ujar Tri.

Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang membantu menjaga pertandingan tetap aman hingga selesai. Menurutnya, persaingan olahraga seharusnya memperkuat hubungan antarpeserta, bukan menciptakan permusuhan.

Video Viral Jadi Sorotan, DLHK Belum Beri Tanggapan

Peredaran video keributan membuat insiden semifinal tersebut semakin ramai diperbincangkan. Rekaman yang beredar memperlihatkan adanya gesekan antara pemain kedua tim saat laga berlangsung.

Polresta Tangerang meminta masyarakat tidak memperbesar kejadian tersebut. Pihak kepolisian menilai pertandingan tetap berlangsung aman hingga akhir dan kedua tim juga menunjukkan sikap sportif setelah laga selesai.

Sementara itu, konfirmasi kepada Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat terkait kejadian tersebut masih menunggu tanggapan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DLHK mengenai insiden yang terjadi dalam laga semifinal.

Terlepas dari ramainya video yang beredar, pertandingan tersebut kembali mengingatkan pentingnya pengendalian emosi dalam kompetisi. Persaingan boleh berlangsung sengit, tetapi sportivitas dan hubungan baik antarpemain tetap menjadi bagian penting dari semangat olahraga.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search