Peristiwa tak biasa itu terjadi di Desa Liugusi, Kota Hejian, Provinsi Hebei, China. Salah satu kerabat kemudian mengunggah kisah tersebut melalui Douyin, platform yang dikenal sebagai TikTok versi China.
Perempuan berusia 70-an tahun itu telah mengalami stroke selama lebih dari satu dekade dan mengidap kanker stadium akhir. Kondisinya terus memburuk hingga keluarga membawanya pulang untuk menjalani masa-masa terakhir bersama orang terdekat. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Awalnya Keluarga Mengira Sang Lansia Sudah Meninggal
Pada malam 8 September, keluarga mengira lansia tersebut telah mengembuskan napas terakhir. Mereka lalu menyiapkan peti pendingin untuk menyimpan tubuhnya sementara waktu sambil menunggu kerabat lain datang.
Keluarga sama sekali tidak menyangka akan menghadapi kejadian berikutnya. Sehari setelah mereka menempatkan lansia itu di dalam peti, sang menantu mendengar suara rintihan yang terdengar samar.
Rasa penasaran bercampur panik membuat keluarga segera membuka peti tersebut. Mereka langsung melihat sang lansia masih bernapas. Kondisinya memang sangat lemah, tetapi tubuhnya masih menunjukkan tanda kehidupan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Suara dari Dalam Peti Bikin Keluarga Kaget
Salah satu kerabat kemudian membagikan kisah tersebut melalui Douyin. Ia bercerita bahwa keluarganya sempat mengira lansia itu sudah meninggal, tetapi keadaan berubah ketika mereka mendengar suara dari dalam peti.
Kerabat tersebut juga mengaku tidak menyangka unggahannya menarik perhatian banyak orang. Sejumlah warganet bahkan mempertanyakan kebenaran cerita karena kejadian itu terdengar sulit dipercaya.
Menurut penjelasannya, lansia tersebut masih sadar selama sekitar dua hari setelah keluarga menemukan tanda kehidupan. Ia sempat membuka mata, meski tidak mampu makan dan minum seperti biasanya.
Baca Juga: Kiai di Makassar Viral Masuk THM Bersama LC, Begini Klarifikasinya
Lansia Itu Akhirnya Meninggal Dua Hari Kemudian
Kondisi lansia tersebut tetap sangat lemah karena penyakitnya sudah mencapai tahap lanjut. Keluarga terus mendampinginya setelah mereka mengeluarkannya dari peti pendingin.
Namun, keadaan itu tidak berlangsung lama. Pada malam 11 September, lansia tersebut akhirnya mengembuskan napas terakhir. Keluarga kemudian memakamkannya pada 13 September setelah menyelesaikan berbagai persiapan.
Pemerintah desa setempat turut membenarkan kejadian tersebut. Salah satu perangkat desa menjelaskan bahwa lansia itu memang mengidap kanker yang sudah menyebar dan tidak dapat disembuhkan.
Kondisinya Sudah Sangat Lemah Sebelum Pulang
Menurut keterangan perangkat desa, keluarga sebelumnya membawa lansia tersebut ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Namun, dokter menemukan bahwa kanker yang ia derita sudah menyebar sehingga peluang pemulihannya sangat kecil.
Keluarga akhirnya membawa lansia itu kembali ke rumah. Ketika kondisinya terlihat seperti tidak lagi menunjukkan tanda kehidupan, keluarga mengira ia telah meninggal dan menempatkannya di dalam peti pendingin sambil menunggu anak-anaknya tiba.
Perangkat desa menduga napas lansia tersebut sangat lemah sehingga keluarga kesulitan mendeteksinya. Peti itu juga hanya menggunakan pendinginan biasa agar tubuh tidak membeku keras.
Apa Itu Kematian Semu dalam Dunia Medis?
Fenomena seperti ini sering dikaitkan dengan istilah kematian semu atau apparent death. Dalam kondisi tertentu, tubuh seseorang dapat memperlambat fungsi vital secara drastis sehingga tanda kehidupan sulit terlihat.
Napas dan denyut jantung dapat menjadi sangat lemah, sementara metabolisme tubuh ikut menurun. Seseorang juga dapat mengalami penurunan kesadaran yang sangat dalam sehingga orang di sekitarnya mengira ia sudah meninggal.
Meski begitu, kondisi seperti ini tidak berarti setiap orang yang tampak tidak bernyawa pasti akan kembali hidup. Tenaga medis tetap perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tanda-tanda kematian secara akurat.
Kisah lansia di Hebei tersebut menunjukkan betapa sulitnya mengenali tanda kehidupan ketika tubuh seseorang berada dalam kondisi sangat kritis. Pemeriksaan medis tetap menjadi langkah penting sebelum keluarga mengambil keputusan terkait kematian seseorang.