Sebuah video viral memperlihatkan seorang wanita mengamuk di toko ponsel di Medan, memicu kehebohan dan rasa penasaran publik luas.
Wanita berinisial AN (26) mengamuk dengan parang di toko PStore Medan usai tertipu promo iPhone 13 Rp 2 juta via TikTok palsu. Insiden Jumat (17/4/2026) di Jalan Selamat, Medan Amplas, viral di media sosial. AN rugi Rp 10 juta dan kini diamankan polisi. Kejadian ini menjadi peringatan bahaya penipuan online.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Kronologi Kejadian
Pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, AN datang ke PStore Medan dengan wajah penuh amarah. Ia awalnya berpura-pura pembeli dan dilayani karyawan Adelia Nurhamdah (26) dengan ramah. Tiba-tiba, AN emosi dan menuduh toko penipu. Suasana toko yang ramai langsung berubah tegang dalam sekejap.
AN mengeluarkan parang dari tasnya, membekap leher Adelia dari belakang dengan kasar. Ia berteriak histeris, “Penipu kalian semua, kembalikan uang aku!” sambil menempelkan senjata tajam ke leher korban. Video aksi ini terekam jelas oleh saksi dan langsung viral di TikTok. Rekaman tersebut menyebar cepat ke seluruh platform media sosial.
Sekuriti toko dan warga sekitar cepat bertindak dengan sigap. Mereka lumpuhkan AN yang sudah terduduk lemas karena kelelahan. Pelaku lalu diserahkan ke Polsek Medan Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kejadian berlangsung singkat tapi meninggalkan trauma bagi semua yang menyaksikan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Aksi Nekat
AN tergiur promo iPhone 13 Rp 2 juta di akun TikTok mengatasnamakan PStore Medan yang terlihat meyakinkan. Ia transfer Rp 2 juta ke rekening tak dikenal dengan harapan barang segera datang. Penipu minta tambahan Rp 3,5 juta sebagai “jaminan” pengiriman. AN terjebak dalam lingkaran transfer berulang tanpa curiga.
Transfer berlanjut hingga total Rp 10 juta, tapi HP tak kunjung datang meski sudah berminggu-minggu menunggu. “Saya sudah transfer sampai Rp 10 juta, tapi handphone tidak pernah dikirim,” kata AN dengan nada putus asa. Akun tersebut ternyata palsu, bukan akun resmi toko yang terverifikasi. Kesadaran akan hal ini baru muncul setelah terlambat.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak M. Tambunan, jelaskan AN tak verifikasi akun sebelum transaksi. “Pelaku mendatangi toko karena memesan handphone kepada seseorang yang mengaku bekerja di PStore,” ujarnya. Kelalaian verifikasi ini picu emosi meledak yang tak terkendali. Hal serupa sering terjadi pada korban penipuan serupa.
Baca Juga: HEBOH!! Video Siswa di Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru Viral!
Penanganan dan Langkah Polisi
Polisi amankan AN di Mapolsek Medan Kota tanpa perlawanan berarti. Pemeriksaan ungkap motif penipuan sebagai pemicu utama amarahnya. “Karena kesal ditipu, AN mengeluarkan parang,” kata Poltak dengan tegas. Kami melakukan proses ini secara profesional untuk mengungkap fakta lengkap.
AN hadapi pasal pengancaman berbasis UU Darurat dengan ancaman hukuman berat. Polisi buru penipu akun TikTok palsu melalui jejak digital. “Akun itu bukan milik toko,” tegas Poltak usai jelaskan ke AN secara detail. Tim siber polisi aktif lacak identitas pelaku penipuan.
Pihak PStore kooperatif beri keterangan lengkap kepada penyidik. Kami menyarankan publik membeli melalui akun resmi dan platform terpercaya. Kasus ini jadi pengingat verifikasi transaksi online untuk hindari tragedi serupa. Masyarakat meminta pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi anti-penipuan.
Dampak Yang Ditimbulkan
Video viral sebarkan kepanikan di kawasan Medan Amplas yang padat penduduk. Reputasi PStore tercoreng meski tak bersalah sama sekali. Karyawan Adelia trauma berat akibat pengancaman parang di lehernya secara langsung. Insiden ini membuat karyawan toko lain merasa was-was terhadap keamanan kerja.
Masyarakat kecam keras modus penipuan online yang semakin canggih. Kerugian AN Rp 10 juta jadi contoh nyata bahaya promo murah di TikTok. Toko HP lain waspadai imbasnya terhadap kepercayaan konsumen secara keseluruhan. Banyak pembeli kini ragu bertransaksi online setelah kejadian ini.
Insiden soroti marak penipuan digital di platform media sosial. Poltak sebut banyak korban serupa di Medan belakangan ini. Dampak psikologis pada AN juga besar karena frustrasi panjang akibat tipu muslihat penipu. Kasus ini memicu diskusi publik tentang literasi digital yang mendesak.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari detik.com
Gambar Kedua dari sumut.suara.com