Minggu, Oktober 11POS VIRAL
Shadow

Karpet Biru Sambut Prabowo di Kalteng Jadi Viral, Ini Fakta soal Anggarannya

Foto karpet biru dan baliho sambutan Prabowo di Kalteng viral di media sosial, memicu sorotan karena kunjungan Presiden berkaitan dengan penanganan karhutla.

Karpet Biru Sambut Prabowo di Kalteng Jadi Viral, Ini Fakta soal Anggarannya

Dalam foto yang beredar, sebuah baliho memuat informasi kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah. Sejumlah nama pejabat Pemerintah Provinsi Kalteng juga tercantum dalam baliho tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Karpet Biru dan Baliho Jadi Sorotan Netizen

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada baliho. Karpet berwarna biru yang membentang di bawah area baliho ikut mencuri perhatian. Foto tersebut kemudian menyebar dan memunculkan berbagai komentar dari pengguna media sosial.

Sebagian netizen menilai penyambutan dengan atribut seperti karpet dan baliho terasa kurang sesuai dengan suasana kunjungan Presiden yang berkaitan dengan bencana karhutla.

Salah satu pengguna X bahkan mempertanyakan alasan penyelenggara masih menggunakan nuansa seremonial ketika Presiden datang untuk melihat kondisi bencana secara langsung.

Perdebatan itu kemudian melebar ke persoalan anggaran. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah pembuatan baliho dan pemasangan karpet tersebut menggunakan anggaran pemerintah serta berapa nilai biayanya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Prabowo Datang untuk Tangani Karhutla

Di tengah ramainya foto tersebut, Prabowo memang melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya pada Sabtu (22/8/2026) sore. Agenda tersebut berkaitan dengan penanganan karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Prabowo tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sekitar pukul 15.23 WIB. Sebelumnya, ia meninjau titik karhutla di Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan itu, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setelah tiba di Palangka Raya, rombongan langsung melanjutkan agenda penanganan bencana.

Prabowo kemudian menuju Posko Aju. Di tempat tersebut, ia memimpin rapat koordinasi untuk membahas langkah darurat menghadapi karhutla bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Baca Juga: Viral Camat Ngamuk ke Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Bagi ke Banyak Orang

Ribuan Karhutla Terjadi di Kalimantan Tengah

Data penanganan bencana menunjukkan persoalan karhutla di Kalteng bukan perkara kecil. Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla per 21 Agustus 2026, tercatat 1.639 kejadian karhutla di wilayah tersebut.

Ribuan kejadian itu berdampak pada area yang cukup luas. Total lahan yang terbakar mencapai 4.499,21 hektare.

Angka tersebut menggambarkan besarnya tantangan yang harus pemerintah dan petugas hadapi. Pemadaman tidak cukup hanya mengandalkan satu tim karena titik kebakaran tersebar di berbagai lokasi.

Selain luas lahan yang terbakar, jumlah titik panas juga menjadi perhatian. Data harian pada 21 Agustus hingga pukul 18.00 WIB mencatat sebanyak 2.479 hotspot di Kalimantan Tengah.

Kenapa Karpet Biru Dipermasalahkan?

Karpet biru dalam foto tersebut sebenarnya bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian publik. Yang membuatnya ramai adalah konteks pemasangannya ketika wilayah Kalteng tengah menghadapi persoalan karhutla dalam skala besar.

Netizen kemudian membandingkan suasana penyambutan dengan kondisi di lapangan. Mereka mempertanyakan apakah atribut seremonial memang diperlukan dalam agenda yang berfokus pada penanganan bencana.

Namun, foto yang beredar belum cukup untuk memastikan siapa pihak yang memasang karpet tersebut, sumber anggarannya, maupun nilai pengadaannya. Karena itu, pertanyaan mengenai biaya tidak bisa langsung dijawab hanya berdasarkan foto yang beredar.

Belum Ada Rincian Biaya yang Terungkap

Sampai informasi yang tersedia dalam laporan ini, belum ada keterangan resmi mengenai nilai anggaran untuk pembuatan baliho maupun pemasangan karpet biru tersebut.

Artinya, publik masih perlu menunggu penjelasan dari pihak terkait sebelum menyimpulkan apakah fasilitas tersebut menggunakan anggaran pemerintah atau berasal dari sumber lain.

Di sisi lain, agenda utama Prabowo di Palangka Raya tetap berfokus pada penanganan karhutla. Rapat koordinasi di Posko Aju menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat perkembangan situasi dan menentukan langkah penanganan di tengah tingginya jumlah kejadian serta titik panas.

Viralnya foto karpet biru dan baliho akhirnya membuka perbincangan lain di tengah penanganan bencana. Publik kini tidak hanya menunggu perkembangan pemadaman karhutla, tetapi juga menantikan kejelasan soal penggunaan anggaran untuk penyambutan tersebut.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search