Video Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman berdebat dengan petugas BNPB viral di media sosial setelah membahas distribusi bantuan gempa di NTT.
Perdebatan tersebut membahas distribusi bantuan logistik untuk warga yang terkena dampak gempa Flores. Rekaman berdurasi sekitar 6 menit 15 detik itu memperlihatkan Agustinus menyampaikan keresahan karena harus mengatur bantuan untuk ribuan warga di banyak desa. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.
Camat Lamba Leda Utara Marah Saat Bahas Bantuan
Agustinus terlihat emosional ketika berbicara dengan petugas BNPB di posko. Ia mengaku mendapat tekanan besar karena harus memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan.
“Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak,” ujar Agustinus dalam video tersebut.
Petugas BNPB kemudian menanyakan alasan Agustinus marah. Mereka juga berusaha menenangkan suasana agar pembicaraan bisa berjalan dengan baik.
Namun, Agustinus terus menjelaskan persoalan yang ia hadapi. Menurutnya, jumlah warga dan luas wilayah membuat pengelolaan bantuan membutuhkan perhitungan yang matang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
21.171 Warga Menunggu Bantuan dari 11 Desa
Agustinus menjelaskan bahwa Kecamatan Lamba Leda Utara memiliki 11 desa. Ia harus mengatur kebutuhan sekitar 21.171 warga yang tersebar di seluruh wilayah tersebut.
Jumlah warga yang besar membuat tugas itu semakin berat. Setiap desa membutuhkan bantuan, sementara persediaan logistik di posko harus mencukupi kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat.
“Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya. Semua teriak ke saya,” katanya.
Agustinus kemudian mengajak petugas BNPB melihat langsung kondisi logistik di lokasi. Ia ingin petugas melihat jumlah bantuan yang tersedia sebelum menilai proses pembagiannya.
“Ini, Pak, punya bantuan? Sebanyak 21.171 jiwa di Lamba Leda Utara harus bagi rata. Saya buat begitu, Pak. Jangan lari, Pak. Ke sini lihat,” ujarnya.
Baca Juga: Viral! Sejoli Diduga Bercumbu di Pinggir Jalan Bomang Bogor, Polisi Turun Tangan
Agustinus Mengaku Stres Mengurus Warga
Tekanan tersebut membuat Agustinus mengungkapkan kondisi emosinya dalam video. Ia merasa harus menanggung banyak keluhan dari desa-desa sekaligus mengurus kebutuhan masyarakat.
“Saya sudah tidak kuat lagi, saya stres. Bapak datang hanya tekan saya. Kita urus masyarakat, jangan bawa jabatan di sini,” kata Agustinus.
Seorang warga yang berada di lokasi kemudian ikut memberikan dukungan kepada Agustinus. Warga itu menilai camat sudah bekerja keras mengatur bantuan untuk masyarakat.
“Kasihan, Pak Camat yang atur setengah mati di sini,” ujar warga tersebut.
Agustinus juga menegaskan bahwa dirinya tidak menolak bantuan pemerintah. Ia hanya meminta semua pihak melihat kondisi lapangan sebelum menyampaikan informasi mengenai jumlah bantuan yang masuk.
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Wilayah Flores
Peristiwa tersebut terjadi beberapa hari setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Gempa itu menambah kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Lamba Leda Utara.
Agustinus harus mengoordinasikan penanganan warga dari 11 desa. Ia tidak hanya mengurus logistik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pasien dan berbagai persoalan lain yang muncul setelah gempa.
Dalam kondisi seperti itu, distribusi bantuan membutuhkan koordinasi yang cermat. Pemerintah kecamatan harus memastikan setiap desa mendapat bantuan sesuai kebutuhan masyarakatnya.
Besarnya jumlah warga juga membuat Agustinus harus mengambil keputusan dengan cepat. Ia perlu menghitung persediaan logistik agar bantuan yang tersedia dapat menjangkau sebanyak mungkin warga.
Camat Pilih Fokus Urus Warga Ketimbang Polemik Video
Saat Kompas.com meminta tanggapan, Agustinus tidak membantah kejadian dalam video tersebut. Namun, ia memilih tidak memperpanjang persoalan dan ingin mengarahkan tenaganya untuk membantu masyarakat.
“Saya tidak ingin membuang energi untuk hal itu dan bergelut dalam situasi tersebut. Saya ingin fokus mengurus masyarakat dulu,” katanya pada Jumat malam.
Agustinus kini fokus menangani kebutuhan warga di Kecamatan Lamba Leda Utara. Ia juga memastikan petugas terus mengurus pasien dan menyalurkan logistik ke desa-desa.
Video perdebatan tersebut kemudian ramai menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Banyak perhatian tertuju pada kondisi camat yang harus mengatur kebutuhan 21.171 warga dengan persediaan bantuan yang harus ia hitung secara cermat.
Di tengah situasi pascagempa, Agustinus memilih mengesampingkan polemik tersebut. Ia ingin memastikan masyarakat mendapat perhatian dan bantuan yang mereka perlukan.