Mengejutkan dunia, Pakistan resmi mengumumkan perang terbuka terhadap Afghanistan setelah bentrokan sengit di perbatasan Jalur Durand.
Menteri Pertahanan Khawaja Asif menegaskan kesabaran Islamabad telah habis, dengan serangan menargetkan Kabul, Kandahar, dan Paktika. Konflik ini memicu eskalasi ketegangan di Asia Selatan, menimbulkan kekhawatiran internasional, dan mengancam stabilitas kawasan.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!
Pakistan Umumkan “Perang Terbuka” Dengan Afghanistan
Pakistan secara resmi menyatakan telah memasuki status “perang terbuka” dengan negara tetangganya, Afghanistan. Setelah berminggu‑minggu terjadi serangkaian bentrokan di sepanjang perbatasan. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Pakistan, yang mengatakan bahwa kesabaran Islamabad telah benar‑benar habis.
Dalam pengumuman itu, Pakistan mengklaim telah melancarkan serangan udara dan artileri ke beberapa wilayah Afghanistan, termasuk ibu kotanya, Kabul, serta kota penting seperti Kandahar dan Paktia. Serangan ini dikatakan sebagai respons atas serangan yang menargetkan pasukan dan pos militer Pakistan di wilayah perbatasan.
Kementerian Pertahanan Islamabad menyatakan keputusan itu sebagai langkah tegas untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai aksi teror lintas batas yang dilancarkan dari dalam wilayah Afghanistan. Menegaskan bahwa konflik ini bukan sekadar bentrokan biasa tetapi telah berkembang menjadi konfrontasi langsung antara dua negara.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bentrok Perbatasan, Balasan dan Korban
Benturan antara Pakistan dan Afghanistan semakin memburuk. Pakistan meluncurkan serangan udara ke posisi militan Taliban di Afghanistan sebagai bagian dari operasi bernama ‘Ghazab Lil Haq’. Islamabad mengklaim serangannya menghancurkan puluhan pos dan fasilitas militer musuh, menimbulkan kerusakan besar dan menambah ketegangan di perbatasan.
Pihak Pakistan mengklaim bahwa ratusan pejuang Taliban telah tewas dan banyak lainnya terluka akibat operasi militer ini. Meskipun angka pasti sering berbeda antara klaim dua pihak. Sebaliknya, otoritas Afghanistan membantah angka tersebut dan mengklaim Pakistan telah menimbulkan korban sipil serta kerusakan besar di wilayah yang terkena serangan.
Taliban juga menyatakan telah melakukan serangan balasan terhadap pos dan pasukan Pakistan, termasuk penembakan rudal dan bentrokan darat. Kedua negara saling melempar angka korban dan klaim kemenangan, tetapi belum ada sumber independen yang memverifikasi semua klaim tersebut secara menyeluruh.
Baca Juga: Diduga Kena Rudal Iran, Dubai Picu Kebakaran Besar dan Kekacauan
Ketegangan Memuncak di Jalur Durand
Perang yang kini meletus berakar dari perselisihan panjang antara Pakistan dan Afghanistan. Kedua negara saling klaim wilayah di Jalur Durand, perbatasan sepanjang 2.600 kilometer yang tidak diakui Afghanistan. Jalur ini selalu menjadi zona panas, penuh bentrokan bersenjata dan konflik diplomatik yang tak kunjung reda selama bertahun-tahun.
Pakistan secara konsisten menuduh Taliban serta kelompok militan yang berbasis di Afghanistan seperti Tehrik‑e‑Taliban Pakistan (TTP). Menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat berlindung untuk merencanakan dan melancarkan serangan terhadap keamanan Pakistan.
Sejumlah pengamat juga mengaitkan eskalasi ini dengan dinamika geopolitik yang lebih luas di Asia Selatan, termasuk keterlibatan dan kepentingan negara lain seperti India, serta upaya berbagai pihak untuk menguatkan posisi strategis masing‑masing di kawasan yang rentan ini.
Kekhawatiran Internasional dan Seruan Diplomasi
Pernyataan Pakistan bahwa konflik telah berubah menjadi perang terbuka langsung memicu reaksi internasional. Negara‑negara besar dan organisasi regional telah menyatakan keprihatinan mereka terhadap potensi eskalasi lebih lanjut yang bisa berdampak pada stabilitas kawasan Asia Selatan.
Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lainnya menyatakan dukungan terhadap Pakistan hak membela diri, tetapi juga menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri untuk menghindari konflik yang lebih luas. Sementara itu, negara‑negara tetangga dan blok internasional lainnya mendorong diplomasi dan negosiasi damai sebagai satu‑satunya solusi.
PBB juga menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan meningkatnya korban sipil dan dampak kemanusiaan dari konflik tersebut, terutama di daerah perbatasan yang padat penduduk dan rentan terhadap gelombang pengungsian. Seruan untuk penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan warga sipil menjadi salah satu sorotan utama.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari POS VIRAL
- Gambar Kedua dari mabur.co