Selasa, September 22POS VIRAL
Shadow

Sadis! Hanya Karena Uang Paket, Remaja di Sambas Brutal Aniaya Ibunya!

Peristiwa sadis terjadi di Sambas, ketika seorang remaja tega melakukan kekerasan brutal terhadap ibu kandungnya hanya karena uang paket.

Hanya Karena Uang Paket, Remaja di Sambas Brutal Aniaya Ibunya!

Kasus kekerasan mengguncang Sambas, Kalimantan Barat, saat remaja R (17) menganiaya ibu kandungnya karena tak diberi uang untuk bayar paket belanja online. Aksi brutal yang terekam video itu viral di media sosial dan memicu kecaman. Polisi segera mengamankan pelaku, sementara korban mendapat perawatan medis.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis itu meledak pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 09.20 WIB di Desa Lela, Kecamatan Teluk Keramat, Sambas. Remaja R meminta uang kepada ibunya, S (52), untuk membayar paket barang yang sudah dipesannya secara impulsif. Namun, korban dengan lembut menjawab belum punya uang saat itu dan berjanji memberi setelah hari gajian.

Karena kesal dan emosi memuncak seperti lahar panas, pelaku tiba-tiba melayangkan pukulan brutal ala petarung MMA profesional tanpa ampun. Video amatir yang diambil warga tetangga menunjukkan R menghajar ibunya berulang kali di ruang tamu rumah sederhana mereka. Rekaman itu langsung menyebar di Facebook dan memicu reaksi pedas dari masyarakat.

Kronologi lengkap terungkap dari keterangan saksi mata serta analisis rekaman video. Pelaku diduga dipicu oleh frustrasi panjang menunggu uang paket yang tak kunjung datang. Insiden ini jadi sorotan nasional sebagai contoh ekstrem kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari anak ke orang tua tercinta.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Identitas Pelaku Dan Korban

Pelaku berinisial R berusia 17 tahun, warga asli Desa Lela, Teluk Keramat, Sambas, yang dikenal pendiam tapi punya riwayat perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Singkawang sebelumnya. Kondisi mentalnya sedang digali polisi untuk pahami akar masalah perilakunya. Ia tinggal bersama keluarga inti di rumah petak sederhana.

Korban adalah ibu kandung pelaku, S berusia 52 tahun, yang mengalami luka-luka serius seperti memar parah di wajah dan tubuh akibat rentetan pukulan. Ia langsung dirawat di puskesmas terdekat untuk tangani cedera fisik dan trauma. Korban kini dalam pemulihan fisik sambil ikut proses hukum penuh.

Kedua pihak tinggal serumah di lingkungan pedesaan yang tenang sebelum insiden. Penyidik masih menyelidiki secara mendalam riwayat keluarga pelaku, termasuk faktor pemicu kekerasan berulang seperti tekanan ekonomi. Identitas lengkap dirahasiakan demi lindungi privasi korban dan proses hukum.

Baca Juga: Heboh! 3 WNA Produksi Konten Porno Berkedok Ojol di Bali, Dijual di OnlyFans!

Respons Polisi

 Respons Polisi

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasi Humas AKP Sadoko langsung mengonfirmasi kasus melalui konferensi pers singkat. Polisi terima laporan kilat dari tetangga dan amankan pelaku di tempat untuk pemeriksaan awal. Aparat memproses kasus ini sesuai KUHP anak dengan pendekatan restoratif.

Pada Selasa (17/3/2026) dini hari, pihak berwenang menyerahkan pelaku ke RSJ Provinsi Kalbar di Singkawang untuk menjalani observasi dan perawatan inap intensif. Langkah ini guna nilai kondisi psikisnya secara komprehensif oleh tim ahli. Polisi prioritaskan rehabilitasi sekaligus penegakan hukum adil.

Polres Sambas sampaikan keprihatinan mendalam atas KDRT ekstrem ini di media lokal. Mereka imbau masyarakat laporkan segera via Call Center Polri 110 jika temui tanda-tanda kasus serupa di sekitar. Respons cepat seperti ini cegah eskalasi kekerasan rumah tangga lebih parah lagi.

Dampak Dan Imbauan

Video viral itu memicu gelombang kecaman netizen yang menyebut aksi pelaku sadis, tak manusiawi, dan layak mendapat hukuman berat. Banyak warganet doakan kesembuhan cepat untuk korban sambil kritik keras parenting modern di era digital. Kasus ini jadi peringatan bahaya kecanduan belanja online tanpa kendali diri.

Dampak psikis bagi korban sangat dalam dan traumatis, apalagi pelaku adalah anak kandung yang seharusnya melindungi. Keluarga luas butuh konseling profesional untuk pulihkan hubungan retak. Masyarakat Sambas kini lebih waspada terhadap tanda-tanda KDRT tersembunyi di balik pintu rumah.

Imbauan polisi tekankan pencegahan melalui komunikasi terbuka keluarga sehari-hari. Hindari konflik kecil jadi ledakan kekerasan dengan dialog sabar dan empati. Dukung program rehabilitasi remaja bermasalah mental agar masa depan mereka lebih cerah dan harmonis.

Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di POS VIRAL!


Sumber Informasi Gambar:

Gambar Pertama dari news.detik.com
Gambar Kedua dari mercusuar.co.id

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search