Video pria asal Nias, Perubahan Gulo, viral usai diduga mengalami kekerasan di Panongan, Tangerang hingga memicu perhatian publik di media sosial.
Perubahan Gulo mengaku mengalami kekerasan setelah ingin berhenti bekerja dari sebuah koperasi simpan pinjam atau bank keliling. Kuasa hukum korban, Risma Harefa, menjelaskan bahwa kliennya memilih keluar karena merasa usaha tersebut tidak sesuai dengan harapannya. POS VIRAL akan mengulas kronologi lengkap kasus Perubahan Gulo, pria asal Nias yang viral setelah melaporkan dugaan penganiayaan dan tindakan asusila di Panongan, Tangerang.
Video Viral Perlihatkan Kondisi Korban Setelah Kejadian
Video yang beredar memperlihatkan seorang pria berdiri sambil memegang ponsel dengan wajah lebam. Rekaman itu langsung menarik perhatian publik karena menunjukkan dugaan tindakan kekerasan terhadap korban.
Banyak warganet meminta polisi segera mengusut kasus tersebut. Mereka berharap proses hukum berjalan dengan jelas dan mampu mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Perubahan Gulo kemudian mendatangi Polresta Tangerang bersama kuasa hukumnya untuk membuat laporan. Polisi langsung mengumpulkan informasi dan meminta keterangan terkait kejadian yang berlangsung di Panongan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Perubahan Gulo Baru Empat Hari Bekerja di Bank Keliling
Risma Harefa mengatakan Perubahan Gulo baru menjalani pekerjaan selama empat hari di sebuah unit usaha koperasi simpan pinjam atau bank keliling. Setelah bekerja beberapa hari, korban merasa tidak cocok dan ingin mengundurkan diri.
Perubahan kemudian menemui atasannya pada Selasa (28/7/2026) untuk menyampaikan keputusan tersebut. Namun, menurut keterangan kuasa hukum, atasannya tidak menerima keputusan itu dengan mudah.
Risma menjelaskan korban harus menunggu di lokasi dan belum bisa langsung pulang. Tidak lama kemudian, beberapa rekan kerja datang dan situasi berubah menjadi tegang.
Baca Juga: Viral! Warga Desa di Pandeglang Terpaksa Angkut Jenazah Pakai Motor, Kondisi Jalannya Bikin Miris
Korban Ceritakan Dugaan Kekerasan Selama Lima Jam
Menurut Risma, beberapa orang melakukan kekerasan terhadap Perubahan Gulo selama sekitar lima jam sejak tengah malam hingga menjelang pagi. Ia menduga para pelaku berada dalam pengaruh minuman keras ketika kejadian berlangsung.
Risma menyampaikan bahwa korban melaporkan lima orang dalam kasus tersebut. Salah satu nama yang masuk laporan yaitu pria berinisial ED yang diduga memiliki hubungan sebagai atasan korban.
Selain mengalami dugaan kekerasan fisik, korban juga mengaku mendapat perlakuan yang merendahkan. Risma menjelaskan beberapa orang memaksa korban melakukan tindakan asusila sambil merekam kejadian tersebut.
Polisi Mulai Periksa Laporan Perubahan Gulo
Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Laksono Febrianto, membenarkan bahwa Perubahan Gulo telah membuat laporan bersama kuasa hukumnya pada Senin (3/8/2026).
Tri mengatakan korban melaporkan dugaan pengeroyokan dan perampasan kemerdekaan. Polisi kemudian meminta keterangan korban serta mencari berbagai bukti untuk mendalami kasus tersebut.
Sebelum memberikan keterangan kepada penyidik, Perubahan sempat menjalani perawatan medis akibat kejadian tersebut. Setelah kondisi membaik, korban baru bisa menjelaskan kronologi yang ia alami.
Kasus Viral Ini Masih Menunggu Hasil Penyelidikan
Kasus Perubahan Gulo mendapat perhatian masyarakat karena melibatkan dugaan kekerasan dan tindakan yang merugikan korban. Publik kini menunggu hasil penyelidikan polisi untuk mengetahui fakta lengkap di balik kejadian tersebut.
Polresta Tangerang masih mendalami laporan yang masuk dengan memeriksa keterangan korban dan pihak lain yang berkaitan. Polisi akan menentukan langkah hukum setelah menemukan fakta yang cukup.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya perlindungan bagi pekerja dari tekanan maupun kekerasan di lingkungan kerja. Setiap pekerja berhak mendapatkan rasa aman saat menjalankan tugasnya.