Jumat, Oktober 16POS VIRAL
Shadow

Viral Video Kapolresta Denpasar Disebut Rampas HP Warga, Polisi Ungkap Fakta Ini

Video Kapolresta Denpasar Leonardo David Simatupang viral usai muncul tudingan rampas HP warga, polisi ungkap fakta sebenarnya terkait kejadian di Polsek Kuta.

Viral Video Kapolresta Denpasar Disebut Rampas HP Warga, Polisi Ungkap Fakta Ini

Leonardo langsung membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mengambil paksa handphone milik FV. Menurutnya, video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian kejadian tanpa menunjukkan latar belakang perkara yang sedang berlangsung. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Video Viral Muncul Saat Polisi Tangani Kasus di Polsek Kuta

Kapolresta Denpasar menjelaskan bahwa FV merupakan pihak yang terlibat dalam kasus dugaan pengancaman dan penganiayaan di Bali Sun Tropical Hotel & Spa, Legian, Kuta, Kabupaten Badung.

Peristiwa itu bermula dari perselisihan antara FV dan pihak pelapor pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Polisi menerima laporan bahwa cekcok tersebut berkembang hingga muncul dugaan ancaman serta pelemparan benda.

Petugas kemudian membawa kedua pihak ke Polsek Kuta untuk meminta keterangan dan menjaga situasi tetap aman. Polisi ingin memastikan seluruh pihak dapat menjelaskan kronologi kejadian secara lengkap.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kapolresta Denpasar Bantah Rampas Handphone Milik FV

Leonardo menegaskan bahwa dirinya hanya meminta FV menghentikan aktivitas merekam untuk sementara waktu. Ia mengatakan permintaan tersebut bertujuan menjaga ketertiban selama polisi memproses perkara.

Menurut Leonardo, kondisi saat itu membutuhkan suasana yang lebih tenang agar penyidik dapat menjalankan tugas dengan baik. Ia memastikan langkah tersebut tidak berkaitan dengan upaya menghalangi pekerjaan jurnalistik.

“Saya meminta agar aktivitas merekam atau memvideokan itu dihentikan untuk sementara demi menjaga ketertiban dan kelancaran proses penanganan perkara. Permintaan tersebut bukan tindakan merampas telepon genggam milik yang bersangkutan,” ujar Leonardo.

Baca Juga: Viral! Wanita Diduga Pelakor Dilabrak Istri Sah, Aksi Pura-Pura Pingsan di Jalan Jadi Sorotan

FV Mengaku Wartawan, Polisi Minta Kartu Pers

Saat berada di Polsek Kuta, FV memperkenalkan dirinya sebagai wartawan. Polisi kemudian meminta FV menunjukkan kartu pers untuk memastikan identitas profesinya.

FV mengatakan kartu pers miliknya masih berada di kamar hotel. Selain itu, Leonardo menyampaikan bahwa FV membawa sebotol minuman keras dan polisi menduga pria tersebut masih berada dalam pengaruh alkohol.

Kondisi tersebut membuat penyidik kesulitan memperoleh keterangan secara maksimal. Polisi memilih melanjutkan proses pemeriksaan setelah kondisi FV lebih memungkinkan untuk memberikan informasi.

Hasil Tes Urine FV Positif Benzodiazepine, Polisi Masih Dalami

Satresnarkoba Polresta Denpasar memeriksa kondisi FV melalui tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan benzodiazepine dalam tubuhnya.

Leonardo menjelaskan bahwa polisi belum mengambil kesimpulan terkait hasil tersebut. Penyidik masih mencari informasi tambahan, termasuk kemungkinan penggunaan obat berdasarkan resep dokter atau alasan medis tertentu.

Polisi tetap membuka kesempatan bagi FV untuk memberikan penjelasan agar perkara ini mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan Sesuai Aturan

Kapolresta Denpasar memastikan pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ia meminta masyarakat melihat kejadian secara menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan potongan video yang beredar.

Leonardo menegaskan polisi akan menjalankan proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Setiap pihak memiliki kesempatan menyampaikan keterangan dan mendapatkan perlakuan sesuai prosedur.

Kasus ini menarik perhatian publik setelah video singkat tersebut tersebar luas di media sosial. Polisi berharap masyarakat menunggu hasil proses hukum sebelum memberikan kesimpulan terhadap kejadian tersebut.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search