Senin, September 28POS VIRAL
Shadow

Viral Video Siswi SD Dianiaya Temannya di Medan, Polisi Turun Tangan

Video penganiayaan siswi SD di Medan viral di media sosial hingga polisi turun tangan untuk mendalami kejadian yang membuat korban trauma.

Viral Video Siswi SD Dianiaya Temannya di Medan, Polisi Turun Tangan

Kasus tersebut menjadi perhatian setelah rekaman yang memperlihatkan seorang siswi kelas 6 SD berinisial P beredar di media sosial. Dalam video itu, P terlihat mendapat perlakuan kasar dari sejumlah temannya.

Peristiwa tersebut berlangsung di lingkungan tempat tinggal korban dan terduga pelaku. Polisi kini mengumpulkan informasi untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih lengkap. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Video Penganiayaan Siswi SD Viral di Media Sosial

Rekaman yang beredar memperlihatkan P berada dalam situasi yang membuatnya menangis. Seorang anak perempuan berbaju hitam terlihat menjambak dan memukuli korban.

Tidak lama kemudian, anak perempuan lain datang dan menampar wajah P. Korban terus menangis, sementara beberapa anak yang berada di sekitar lokasi justru tertawa melihat kejadian tersebut.

Video itu kemudian menyebar di media sosial dan menarik perhatian warganet. Peredaran rekaman membuat persoalan tersebut semakin mendapat sorotan, terlebih karena korban masih duduk di bangku sekolah dasar.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Penganiayaan Bermula dari Cekcok Antar Anak

Wakapolsek Medan Kota AKP Harles Gultom menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut Harles, korban dan para terduga pelaku masih tinggal bertetangga. Kedekatan tempat tinggal tersebut membuat mereka saling mengenal sebelum persoalan muncul.

Polisi menyebut penganiayaan bermula dari cekcok. Ada perkataan yang membuat salah satu pihak merasa tersinggung hingga perselisihan berkembang menjadi tindakan kekerasan.

Harles juga menyampaikan bahwa terdapat informasi mengenai ancaman terhadap korban. Orang tua salah satu terduga pelaku disebut mengancam P agar tidak datang ke sekolah karena khawatir akan ditabrak menggunakan becak.

Baca Juga: Bikin Salfok! Momen Akad Nikah di Atas Rakit Bambu Mendadak Viral

Korban Mengalami Trauma dan Tak Mau Sekolah

Peristiwa tersebut memberikan dampak pada kondisi korban. P disebut mengalami trauma setelah mendapat perlakuan kasar dari teman-temannya.

Hingga saat ini, korban bahkan tidak mau kembali ke sekolah. Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan tidak berhenti setelah kejadian berlangsung, karena korban masih menghadapi dampak dari pengalaman yang dialaminya.

Keluarga tentu perlu memberikan pendampingan agar korban merasa aman. Lingkungan sekitar juga memiliki peran penting supaya korban tidak semakin tertekan ketika menghadapi proses penyelesaian masalah.

Polisi Masih Mendalami Rangkaian Kejadian

Polisi telah turun tangan untuk menangani persoalan tersebut. Namun, penyelidikan masih berada pada tahap awal sehingga petugas perlu menggali informasi dari berbagai pihak.

Harles mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Polisi perlu mengetahui kronologi secara utuh, termasuk penyebab cekcok, pihak yang terlibat, serta informasi mengenai dugaan ancaman kepada korban.

Langkah tersebut penting agar penyelesaian persoalan tidak hanya berdasarkan potongan video yang beredar. Keterangan korban, keluarga, pihak terduga pelaku, dan saksi diharapkan dapat membantu polisi memahami kejadian secara menyeluruh.

Kasus Jadi Perhatian karena Melibatkan Anak

Kejadian ini menjadi perhatian karena seluruh pihak yang terlibat masih berusia anak-anak. Penyelesaian masalah tentu membutuhkan pendekatan yang memperhatikan keamanan dan kondisi korban.

Di sisi lain, penyebaran video juga perlu mendapat perhatian. Rekaman yang memperlihatkan anak sebagai korban dapat menimbulkan dampak tambahan jika tersebar tanpa mempertimbangkan privasi dan kondisi psikologisnya.

Polisi masih mengumpulkan informasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Sementara itu, pendampingan terhadap korban menjadi hal penting agar P dapat kembali merasa aman dan perlahan melanjutkan aktivitas sekolahnya. Informasi terbaru yang bisa kamu dapatkan di POS VIRAL.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search