Pada Rabu, 26 November 2025, sebuah kebakaran hebat melanda kompleks hunian bertingkat tinggi di Wang Fuk Court, distrik Tai Po, di Kota Hong Kong.

Api dengan cepat menyebar ke tujuh gedung bertingkat tinggi di kompleks tersebut menyebabkan salah satu bencana kebakaran paling parah dalam beberapa tahun terakhir.
Simak berbagai berita dan informasi menarik lainnya yang bisa Anda temukan di POS VIRAL.
Detik-Detik Kebakaran
Menurut laporan resmi, api pertama kali muncul pada sore hari. Lalu dengan cepat menyebar melalui perancah bambu dan jaring konstruksi yang terpasang di bagian luar bangunan bagian dari renovasi gedung.
Video dari lokasi memperlihatkan banyak menara apartemen setidaknya lima bangunan berdempetan terbakar serempak. Api dan asap tebal mengepul dari banyak jendela. Sementara petugas pemadam kebakaran berusaha menyemprot air menggunakan tangga darurat.
Kompleks ini terdiri dari delapan menara, menampung hampir 2.000 unit apartemen dengan total penghuni sekitar 4.800 orang. Untuk menghadapi skala bencana ini, otoritas setempat mengerahkan 128 unit mobil pemadam kebakaran dan 57 ambulans.
Karena api menyebar sangat cepat terutama melalui perancah bambu dan bahan mudah terbakar petugas segera mengeluarkan status alarm kebakaran “Level 5”, yakni tingkat paling tinggi di Hong Kong.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo KAWAL TIMNAS lolos PIALA DUNIA, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS tanpa berlangganan melalui aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Korban Kebakaran Tewaskan 13 Orang
Dalam laporan awal, 13 orang dinyatakan tewas 9 ditemukan di lokasi kejadian, 4 lainnya menghembuskan nafas terakhir setelah dibawa ke rumah sakit. Sedikitnya 15 orang lainnya luka-luka.
Selain korban jiwa, lebih dari 700 penghuni dievakuasi ke tempat penampungan darurat. Banyak keluarga kehilangan seluruh hunian mereka sekali lagi menegaskan bahwa kebakaran ini bukan sekadar kebakaran rumah, melainkan tragedi kemanusiaan masif.
Seorang petugas pemadam kebakaran juga menjadi korban salah satu korban tewas. Ada pula petugas lain yang mengalami kelelahan parah akibat panas ekstrem.
Baca Juga: Dua Warga Tewas, 1.497 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Besar di Aceh
Faktor Penyebab Kebakaran

Banyak pengamat dan media menyoroti peran material renovasi dalam memperparah kebakaran perancah bambu, jaring konstruksi hijau. Serta material eksternal pada gedung yang ternyata sangat mudah terbakar.
Penggunaan bambu sebagai scaffolding meskipun lazim di Hong Kong karena fleksibilitas dan biaya murah kini mendapat kecaman keras. Api diduga menular melalui kerangka bambu dan jaring pembungkus yang membalut gedung, menyebabkan kebakaran menyebar dengan cepat ke gedung-gedung tinggi sekitarnya.
Selain itu, banyak korban dilaporkan terjebak di unit apartemen karena merokok di lokasi konstruksi atau karena asap/nyala menyebar sebelum alarm kebakaran sempat berbunyi. Beberapa saksi juga menyebut bahwa alarm kebakaran tidak berbunyi saat awal api muncul sehingga penghuni, terutama lansia, tak segera menyadari bahaya.
Setelah api meluas, petugas pemadam kebakaran menghadapi kondisi ekstrem panas menyengat, kepulan asap tebal, dan struktur perancah serta material renovasi yang mudah runtuh menyulitkan operasi penyelamatan.
Upaya Penyelamatan Korban Jiwa
Setelah laporan kebakaran diterima, petugas dari Fire Services Department Hong Kong langsung dikerahkan. Sebanyak 128 unit mobil pemadam kebakaran dan 57 ambulans dikerahkan ke lokasi suatu respons besar untuk memadamkan api yang sudah sangat meluas.
Namun situasi sangat menantang suhu di dalam gedung amat tinggi. Reruntuhan dan bagian scaffolding yang sudah terbakar berjatuhan. Membuat akses ke dalam dan ke lantai atas hampir mustahil bagi petugas penyelamat.
Petugas berjuang keras dengan truk tangga dan air tekanan tinggi. Berusaha menyemprotkan air ke jendela dan balkon meskipun asap tebal dan jam malam makin menambah ketegangan. Banyak warga yang panik, ada yang melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri, ada pula yang sempat terjebak di dalam.
Ketika malam tiba, api belum padam. Alarm kebakaran yang awalnya diklasifikasikan rendah segera dinaikkan hingga akhirnya dinyatakan sebagai “Level 5 Alarm”, tingkat darurat kebakaran paling tinggi di Hong Kong.
Korban pun jatuh. Dari peristiwa tragis itu, 13 orang dilaporkan tewas sembilan dinyatakan meninggal di lokasi, dan empat lainnya meninggal di rumah sakit. Belasan orang lainnya luka-luka. Beberapa di antaranya kritis. Beberapa ratus penduduk terpaksa dievakuasi. Sementara sekitar 700 orang dibawa ke tempat penampungan sementara.
Terima kasih atas waktunya, semoga informasi ini bisa membantu Anda dan siap menghadapi situasi apa pun, kunjungi kami lagi untuk terus mendapatkan kabar viral dan update terkini lainnya di POS VIRAL.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari nasional.kompas.com
