Selasa, September 22POS VIRAL
Shadow

Miris! Bocah di Sulut Jadi Korban Bullying, Ucapan Pelaku soal Keluarga Bikin Publik Geram

Bocah SD asal Minahasa Tenggara, Sulut, Icha viral setelah menangis akibat ejekan teman sebayanya yang menyinggung kondisi keluarga dan ekonomi.

Miris! Bocah di Sulut Jadi Korban Bullying, Ucapan Pelaku soal Keluarga Bikin Publik Geram

Beberapa anak mengejek Icha dengan membawa-bawa kondisi keluarganya. Perkataan yang menyinggung rumah dan ekonomi keluarganya membuat Icha merasa sedih hingga tidak mampu menahan air mata. Video tangisan Icha kemudian menyebar di media sosial dan mengundang reaksi dari banyak warganet.

POS VIRAL akan mengulas fakta di balik kisah bocah SD asal Sulut yang menjadi korban bullying setelah mendapat ejekan soal kondisi keluarganya hingga viral di media sosial.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Video Tangisan Icha Viral di Media Sosial

Peristiwa tersebut terjadi di dekat rumah Icha, tepatnya di Jaga V, Desa Molompar II Utara, Kecamatan Tombatu Timur, pada Kamis (23/7) sore. Saat itu, ibu Icha, Feyti Kawulusan, mendengar suara keributan dari sekelompok anak di depan rumah.

Feyti langsung keluar untuk melihat kondisi yang terjadi. Ia menemukan Icha sedang menangis dan terlihat sangat terpukul. Ketika Feyti bertanya, Icha menceritakan bahwa beberapa anak mengejek dirinya dengan perkataan yang menyakitkan.

Feyti mengatakan bahwa anaknya merasa paling sakit hati ketika teman-temannya membawa kondisi keluarga sebagai bahan ejekan. Menurutnya, perkataan tersebut tidak pantas keluar dari anak-anak seusia mereka.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Icha Disebut Diejek karena Kondisi Keluarga

Feyti menjelaskan bahwa keluarganya memang hidup sederhana. Suaminya bekerja sebagai buruh sekaligus bertani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski memiliki keterbatasan ekonomi, keluarga tersebut tetap berusaha memberikan kehidupan terbaik bagi Icha.

Feyti meminta masyarakat memahami bahwa kondisi ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk menghina seseorang. Ia ingin anaknya tetap mendapatkan perlakuan yang baik seperti anak-anak lainnya.

“Kami memang miskin, semua orang di lingkungan ini tahu, tapi jangan sampai mem-bully anak saya,” ujar Feyti.

Menurut Feyti, setiap anak memiliki perasaan yang harus dijaga. Perkataan sederhana yang keluar saat bercanda bisa meninggalkan luka mendalam bagi seorang anak.

Baca Juga: Viral! Kalimat “Rakyat Diusir” Picu Perdebatan, Ada Apa dengan Suara Masyarakat?

Bukan Kejadian Pertama yang Dialami Icha

Feyti mengungkapkan bahwa Icha sudah pernah menghadapi ejekan serupa sebelumnya. Saat kejadian pertama, ia memilih menahan diri dan berharap masalah tersebut tidak terulang kembali.

Namun, Feyti merasa tindakan kali ini sudah melewati batas. Ia melihat anaknya menangis dan mengalami tekanan setelah mendengar ucapan yang menyerang kondisi keluarganya.

Feyti kemudian memberikan nasihat kepada Icha agar tetap kuat dan tidak merasa rendah diri. Ia juga terus mendampingi putrinya agar kejadian tersebut tidak mengganggu semangat belajar maupun aktivitas sehari-harinya.

Orang Tua Khawatir Dampak Bullying terhadap Mental Anak

Kasus yang dialami Icha kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya bullying terhadap perkembangan anak. Ejekan yang terlihat sederhana bisa memengaruhi rasa percaya diri dan kondisi emosional korban.

Feyti merasa khawatir kejadian tersebut membuat Icha kehilangan kepercayaan diri. Ia berharap lingkungan sekitar ikut membantu menjaga perasaan anak-anak agar tidak ada lagi korban bullying.

Menurutnya, anak-anak perlu belajar menghargai perbedaan sejak dini. Kondisi ekonomi, pekerjaan orang tua, maupun tempat tinggal tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan teman.

Kasus Icha Jadi Pengingat Pentingnya Rasa Empati

Kisah Icha menjadi contoh bahwa tindakan bullying masih menjadi masalah serius di lingkungan anak-anak. Keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting untuk menciptakan lingkungan yang aman.

Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak agar mereka berani bercerita ketika menghadapi masalah. Sekolah juga harus aktif mengajarkan nilai saling menghargai kepada para siswa.

Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh tanpa rasa takut dan tanpa mendapat hinaan dari lingkungan sekitar. Kondisi keluarga bukan ukuran nilai seseorang, karena setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan.

Kisah Icha mengingatkan semua pihak untuk lebih bijak dalam berbicara. Ucapan yang terlihat sederhana dapat melukai perasaan anak dan meninggalkan dampak besar bagi kondisi emosional mereka.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search