Kamis, Oktober 8POS VIRAL
Shadow

Viral! Emak-Emak Serang Wanita di Klinik Sampang, Isu Pelakor Bikin Geger

Video emak-emak menyerang wanita di sebuah klinik Sampang viral di media sosial, korban diduga menjadi sasaran kekerasan akibat persoalan rumah tangga.

Viral! Emak-Emak Serang Wanita di Klinik Sampang, Isu Pelakor Bikin Geger

Peristiwa itu terjadi di Desa Bire Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Korban berinisial MR (29) terlihat terduduk di lantai ketika beberapa perempuan menarik dan menjambak rambutnya. Simak ulasan lengkapnya dari POS VIRAL.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Video Keributan di Klinik Sampang Viral

Rekaman kejadian tersebut menyebar luas melalui media sosial. Dalam video, sejumlah perempuan tampak mengerumuni MR dan melakukan kekerasan terhadapnya.

Beberapa orang terlihat menarik rambut korban. Mereka juga menyerang tubuh MR hingga korban kesulitan menyelamatkan diri dari kerumunan tersebut.

Warga kemudian datang ke lokasi dan berusaha menghentikan aksi tersebut. Mereka memisahkan korban dari sejumlah perempuan yang terus mendekatinya.

Video itu langsung memicu berbagai reaksi warganet. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan alasan para perempuan melakukan kekerasan di sebuah klinik kesehatan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Konflik Pribadi Diduga Picu Keributan

Persoalan rumah tangga diduga memicu keributan tersebut. Sejumlah pihak menuding MR sebagai perempuan yang merebut suami salah satu pelaku atau yang sering disebut sebagai pelakor.

Meski begitu, polisi belum memastikan tudingan tersebut sebagai motif utama. Penyidik masih meminta keterangan dari korban dan pihak lain untuk mengetahui awal mula konflik.

Rekaman yang beredar juga memperlihatkan kondisi korban saat menghadapi serangan. Sejumlah perempuan menarik rambut MR dan melakukan tindakan kekerasan lainnya.

Korban bahkan disebut hampir mengalami tindakan yang lebih jauh ketika beberapa pelaku berusaha menanggalkan pakaiannya. Mereka juga disebut melumuri tubuh korban dengan cabai.

Polisi masih perlu memeriksa seluruh keterangan untuk memastikan setiap detail dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Rp700 Ribu Cuma dari Kupas Bawang? Pedagang Makassar Bereaksi Usai Pernyataan Prabowo

Warga Datang dan Hentikan Aksi

Keributan akhirnya berhenti setelah sejumlah warga mendatangi klinik. Mereka langsung mencoba melerai para perempuan yang mengerumuni MR.

Anggota Polsek Ketapang kemudian datang ke lokasi. Polisi membawa MR menggunakan mobil patroli menuju Polres Sampang agar korban dapat membuat laporan.

Langkah tersebut juga memungkinkan penyidik memperoleh keterangan langsung dari korban mengenai kronologi kejadian.

Polisi selanjutnya menggali informasi mengenai orang-orang yang berada di lokasi ketika keributan berlangsung.

Polisi Benarkan Korban Sudah Melapor

Kasat Reskrim Polres Sampang Iptu Nur Fajri Alim membenarkan laporan dari seorang perempuan yang mengaku sebagai korban pengeroyokan.

“Di piket sudah ada perempuan yang melapor diduga korban yang diantar keluarganya. Saat ini masih dalam pemeriksaan,” ujar Nur Fajri, Sabtu (15/8/2026).

Nur Fajri menjelaskan bahwa Satreskrim Polres Sampang kini memeriksa laporan tersebut. Penyidik meminta keterangan korban untuk mengungkap kronologi kejadian secara lebih lengkap.

Selain korban, polisi juga akan meminta keterangan dari saksi yang mengetahui kejadian. Penyidik perlu mencocokkan setiap keterangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat.

Polisi Minta Warga Tidak Main Hakim Sendiri

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Setiap orang yang merasa mengalami kerugian atau menghadapi persoalan hukum dapat melapor kepada aparat.

Polisi juga masih mendalami identitas dan jumlah orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Aparat belum menetapkan pihak tertentu sebagai tersangka karena proses pemeriksaan masih berjalan.

Kasus ini masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik akan melihat keterangan korban, saksi, serta bukti lain sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Publik pun masih menunggu perkembangan kasus tersebut, termasuk hasil pemeriksaan polisi mengenai pemicu keributan dan pihak yang harus bertanggung jawab atas tindakan kekerasan terhadap MR.

Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search