Selasa, September 22POS VIRAL
Shadow

Trump Murka India Beli Minyak Rusia, Ancam Naikkan Tarif Tinggi!

Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap India karena negara tersebut terus membeli minyak dari Rusia dan menjualnya kembali untuk keuntungan besar​.

Trump Murka India Beli Minyak Rusia, Ancam Naikkan Tarif Tinggi!

Trump menyatakan India tidak peduli dengan korban di Ukraina akibat perang Rusia, dan karenanya ia akan menaikkan tarif yang dibayarkan India kepada Amerika Serikat secara substansial. Berikut ini POS VIRAL akan membahas tentang Trump murka India beli minyak Rusia, ancam naikkan tarif tinggi.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Ancaman Tarif Impor AS Terhadap India

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor secara substansial untuk barang-barang dari India. Ancaman ini muncul karena India terus membeli minyak dalam jumlah besar dari Rusia dan menjualnya kembali di pasar terbuka untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan.

“India tidak hanya membeli minyak Rusia dalam jumlah besar, tetapi setelah membeli sebagian besar minyak tersebut, menjualnya di pasar terbuka untuk keuntungan besar,” tulis Trump. Ia menambahkan, “Oleh karena itu, saya akan menaikkan tarif yang dibayarkan India kepada AS secara substansial.”

Trump juga mengemukakan bahwa India tidak peduli dengan korban jiwa di Ukraina akibat perang yang melibatkan mesin perang Rusia. Ancaman tarif ini tidak menyebutkan angka pasti kenaikan, namun sebelumnya Trump telah mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif minimum 25% pada barang-barang India. Barang-barang India saat ini dikenakan tarif minimum 10%.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Reaksi Keras dari India

Kementerian Luar Negeri India dengan tegas menyatakan bahwa ancaman kenaikan tarif oleh AS tidak dapat dibenarkan dan tidak masuk akal. India berpendapat bahwa AS dan Uni Eropa juga terlibat dalam perdagangan dengan Rusia, sehingga penargetan terhadap India tidak adil.

“Dengan latar belakang ini, penargetan India tidak dapat dibenarkan dan tidak masuk akal. Seperti negara ekonomi besar lainnya, India akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan ekonominya,” demikian pernyataan tersebut.

India menjelaskan bahwa keputusan mereka untuk membeli minyak dari Rusia adalah kebutuhan yang didorong oleh kondisi pasar global. Terutama setelah pasokan tradisional dialihkan ke Eropa sejak konflik Ukraina meletus pada awal 2022. Impor minyak ini bertujuan untuk memastikan harga energi yang terjangkau dan stabil bagi konsumen domestik India.

Baca Juga:

Alasan India Membeli Minyak Rusia

Alasan India Membeli Minyak Rusia

India menjadi pembeli minyak mentah terbesar dari Rusia. Negara ini mengimpor sekitar 1,75 juta barel per hari dari Januari hingga Juni 2025. Namun, angka yang naik 1 persen dibandingkan tahun 2024. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, India telah menjadi salah satu pembeli utama minyak mentah Rusia berkat potongan harga yang ditawarkan.

Keputusan India untuk membeli minyak dari Rusia didasarkan pada kebutuhan dan situasi pasar global yang mendorong negara tersebut untuk mencari pasokan energi yang terjangkau. Ini membantu memastikan biaya energi yang stabil bagi konsumen domestik India.

Perdagangan minyak India dengan Rusia disebut dilakukan secara transparan dan diketahui oleh Amerika Serikat.Richard Rossow, Kepala Program India di Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington, menyatakan bahwa ketidakpastian sikap Trump menciptakan tantangan bagi India.

Dampak Tarif AS Terhadap Perdagangan India

Penerapan tarif impor merupakan pajak yang dibayarkan langsung oleh importir. Namun, negara-negara pengekspor barang juga dapat dirugikan secara tidak langsung karena harga yang dibayarkan menjadi lebih tinggi. Ancaman tarif ini dapat merusak stabilitas ekonomi di India. Terutama karena negara tersebut mencatat surplus perdagangan yang signifikan dengan Amerika Serikat.

Defisit perdagangan barang AS dengan India mencapai sekitar US$43 miliar pada tahun lalu, menjadikannya defisit terbesar ke-11 secara global. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral antara India dan AS mencapai US$127,9 miliar, dengan defisit AS sebesar US$45,7 miliar.

Dampak tarif Trump juga terlihat di pasar ekuitas India, yang telah mengalami aksi jual yang konsisten oleh Investor Institusional Asing (FII). Pada bulan Juli, FII telah menjual saham senilai Rs. 42.077,77 crore. Pertumbuhan pendapatan triwulanan yang moderat dari perusahaan India dan ketidakpastian perdagangan global tetap menjadi pendorong utama di balik kelemahan di pasar India.

Konteks Geopolitik dan Perang Rusia-Ukraina

Ancaman tarif dari Trump muncul menjelang tenggat waktu 8 Agustus yang ditetapkan pemerintah AS bagi Rusia untuk menyepakati gencatan senjata dengan Ukraina. Sanksi baru terhadap Rusia dan negara-negara yang membeli energi dari Moskow telah berlaku sejak Jumat, 1 Agustus 2025.

Kecuali Rusia menunjukkan langkah nyata untuk mengakhiri perang dengan Ukraina yang telah berlangsung selama 3,5 tahun. Pemerintahan Trump juga mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang terus membeli energi dari Rusia.

Negara-negara pendukung Ukraina memandang pembelian minyak tersebut sebagai bentuk dukungan diam-diam terhadap Rusia. Namun, yang membantu menopang ekonominya dan mengurangi tekanan terhadap Moskow untuk menghentikan perang.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca informasi ini. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat. Jangan ragu datang kembali untuk mengetahui lebih banyak lagi informasi yang ada di POS VIRAL.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari finance.detik.com
  2. Gambar Kedua dari banten.tribunnews.com
Tele Grup
Channel WA
Grup FB
Search